oleh

Persaingan Ketat, 4.650 Orang Berebut Jatah 439 Formasi PNS dan PPPK di Luwu Utara

Peserta Harus Mematuhi Standar Protokol Kesehatan COVID-19

Hal menarik, peserta seleksi CPNS dan PPPK tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Mengingat pelaksanaan seleksi tahun ini masih dalam suasana pandemi COVID-19, sehingga Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) BKN Pusat meminta Pemda Luwu Utara, dalam hal ini, panitia seleksi kabupaten, untuk ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

Nursalim menyebutkan, peserta wajib memakai masker dua lapis (masker medis dan masker kain), wajib membawa hand sanitizer, dan wajib memperlihatkan hasil negatif COVID-19 melalui rapid antigen atau tes PCR. “Kita juga siapkan ruangan tersendiri bagi peserta yang memiliki suhu tubuh di atas 37°C, tapi yang positif COVID-19 tidak diperkenankan ikut ujian,” beber dia.

Yang sedikit meringankan, tidak ada kewajiban peserta untuk membuktikan bahwa dirinya sudah divaksin. “Kartu vaksinasi COVID-19 belum menjadi persyaratan peserta, kecuali di wilayah Jawa dan Bali. Kalau kita di sini belum dipersyarakatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Lutra, Armiadi, meminta semua panitia kabupaten yang terlibat dalam seleksi CPNS dan PPPK ini untuk segera mempersiapkan segala kebutuhan yang diminta, seperti Aula La Galigo sebagai pusat seleksi, agar tetap steril dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain, tiga hari sebelum seleksi digelar.

“Untuk tenda dan kursi, Bagian Umum harus segera menyiapkan mulai 23 September, termasuk Dinas Kesehatan menyiapkan masker dan hand sanitizer cadangan, dan tetap menyiapkan mobil ambulance untuk mengantisipasi peserta yang mengalami gangguan kesehatan,” jelas Armiadi.

Masih kata Armiadi, untuk BPBD, wajib menyiapkan tangki tandon, lengkap dengan sabun, serta melakukan penyemprotan disinfektan setiap sesi ujian. “Mohon kerjasama kita semua, karena yang akan ikut ujian nanti dari segala penjuru daerah,” harapnya.

Tak kalah pentingnya, Armiadi juga meminta untuk mewaspadai adanya praktek-praktek joki. “Saya minta Dukcapil ketat dalam pemeriksaan KTP dan irish mata untuk mencegah joki. Kalau kita ketat, insya Allah, kita bisa menghindarinya,” pungkasnya. (*)