oleh

Genjot Ekspor dari Sulsel, Plt Gubernur Kumpulkan Eksportir

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan pertemuan dengan para eksportir di Sulsel, di Rujab Wagub Sulsel, Rabu (8/9).

Dalam pertemuan yang dibalut silaturahmi ini dihadiri oleh Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar, Arief R Pabettingi, serta beberapa perusahaan/pengusaha di bidang ekspor yakni PT. Biota Laut Ganggang (Caraggenan), PT. Wahyu Pradana Binamulia (udang), UD. Seaweed Sukses (rumput laut), PT. Ocean Champ Seafood (daging kepiting), PT. Goudong Sulawesi (kayu), PT. Semen Tonasa (semen, clinker), PT. Bogatama Marinusa (udang), CV. Resky Bahari (ikan segar), PT. Chen Woo Fishery (ikan tuna), PT. Ksu Simpul (rumput laut).

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Sulselbar, Arief R Pabettingi menuturkan, jika selama ini pengusaha ekspor selalu terkendala minimnya shipping line internasional.

“Kendala yang dialami para pelaku eksportir yakni kelangkaan kontainer masing-masing shipping line internasional. Kalaupun ada, tarif kontainer misalnya tujuan USA, Eropa dan Australia naik sampai 150 persen dari tarif sebelumnya,” katanya.

Mendengar hal tersebut, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bahwa keluh kesah serta harapan dari para eksportir ini akan ditampung untuk kemudian akan dibahas lebih lanjut dan akan diteruskan kepada Pemerintah Pusat.

“Kita juga berharap adanya kemudahan bagi pelaku-pelaku usaha eksportir. Kami juga akan teruskan harapan-harapan para eksportir kepada Kementerian Perhubungan,” katanya.

“Apalagi ini dengan menggeliatnya usaha eksportir, akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan upaya pemulihan ekonomi. Ekspor kita terus meningkat,” jelasnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, terus menggenjot upaya ekspor ke luar negeri. Apalagi hadirnya pelabuhan Makassar New Port, serta ditunjang dengan rencana pembangunan lokasi Pelabuhan Daratan atau Dry Port yang akan menjadi hub (tempat yang di dalamnya terjadi aktivitas transit barang atau persinggahan barang).

“Untuk wilayah Utara dipilih Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Jeneponto untuk wilayah Selatan Sulsel,” pungkas Andi Sudirman. (*)