oleh

DKPP Beri Sanksi ke Komisoner KPU Maros

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI memberhentikan Anggota Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros, Mujaddid. Ia diseret oleh Pengadu Muhammad Kahar Arifin ke DKPP karena dinilai bersikap arogan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai salah satu komisioner KPU Maros dengan berkata kasar kepada Kasubbag Program dan Data KPU Maros, Besse Andi Baso pada 17 April 2019 menjelang pungut hitung suara Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu I Mujaddid selaku Anggota KPU Kabupaten Maros terhitung sejak putusan ini dibacakan,” bunyi putusan DKPP dengan nomor 159-PKE-DKPP/VII/2021. yang dibacakan Teguh Prasetyo sebagai Ketua Majelis DKPP, Rabu (8/9).

Selain Mujaddid, komisioner KPU Maros lainnya Syaharuddin juga dijatuhi sanksi oleh DKPP. Hanya saja, tidak sampai pemecatan.

“Menjatuhkan sanksi Peringatan kepada Teradu II Syaharuddin selaku Anggota KPU Kabupaten Maros terhitung sejak putusan ini dibacakan,” bunyi putusan DKPP.

Sementara, Syahar diseret Kahar dalam perkara ini. Syahar diadukan terkait dugaan rangkap jabatan sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Maros.
Syahar disebut pada 10 Desember 2020 telah menyampaikan hasil perolehan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maros melalui media online sebelum pleno rekapitulasi hasil perolehan suara di tingkat Kabupaten.

Sementara Mujaddid menanggapi dengan santai atas putusan DKPP. Karena dalam persidangan di DKPP tidak ada upaya banding seperti proses pengadilan lain. “Ikhlaskan Saja,” singkatnya. (*)