oleh

Andi Sudirman Enggan Bicara Pendamping

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat ini telah menerima surat pemberhentian Nurdin Abdullah sebagai gubernur Sulsel Periode 2018-2023.

“Iya sudah saya terima,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, Rabu (8/9).

Diketahui, Andi Sudirman ditunjuk sebagai Plt Gubernur 28 Februari lalu, beberapa hari setelah Nurdin Abdullah tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tapi saat disinggung mengenai komunikasi dengan partai pengusung yakni PAN, PKS dan PDI Perjuangan, terkait siapa yang akan mendampinginya. Andi Sudirman hanya menyebutkan proses hukum saat ini masih jalan dan dia menunggu putusan mengikat terhadap Nurdin Abdullah.

“Biar Proses hukum masih berjalan, saya hanya mengisi kekosongan saja dulu,” singkat Andi Sudirman.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma melihat jika Andi Sudirman dan partai politik masih menghargai asas praduga tak bersalah.

“Karena tidak etis kalau membicarakan pendamping. Kalau itu bicarakan pasti orang beranggapan pak NA bersalah jadi akan diganti padahal belum ada putusan yang inkrah,” katanya.

Tapi, sisi Wakil Gubernur atau pendamping kata dia posisi yang strategis dan menjadi domain partai pengusung. “Kalau satu partai tidak mengapa dan sederhana tapi sekarang ada tiga partai yang memiliki hak untuk mengusulkan nama siapa akan dipilih,” ujarnya.

Tiga Partai pengusung tersebut kata dia akan merebutkan satu kursi tersebut dan pastinya ada dil-dil akan dilakukan oleh partai pengusung.

“Jadi belum adanya pembicaraan itu bukan berarti tidak diperhatikan tapi krusial sehingga partai pengusung hati-hati,” singkatnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi juga menunggu putusan dari pengadilan Negeri Makassar. “PAN menghargai proses hukum, kita serahkan lah ke proses hukum sedang berjalan,” tuturnya.

Anggota DPR RI hanya menyebutkan sebagai partai pengusung selama ini, tentu kita berharap agar NA mengikuti proses hukum. “Kita hanya berharap pak NA mengikuti proses hukum,” lanjutnya.

Menurut dia, sebagai partai pengusung pastinya memiliki kader siapa yang akan dia dorong mendampingi Andi Sudirman Sulaiman jika ada putusan inkrah dari pengadilan Tipikor negeri Makassar.

“Kita tunggu ajalah kapan diminta. kan ada mekanismenya. Sebagai partai pengusung, kalau pada akhirnya memang dimintai,tentu kami pasti siapkan Nama-nama, seusia dengan mekanisme dan aturan perundang-undangan,” ucapnya.

Ashabul menyebutkan, partai berlambang matahari terbit ini sudah menyiapkan nama-nama di internal partai, seperti Usman Lonta, Irfan AB, Syamsuddin Karlos dan Jamaluddin Jafar.

Untuk pembicaran dengan partai pengusung lain seperti PDIP dan PKS, Ashabul Kahfi hanya menyebutkan tentu masing-masing parpol pasti akan mengajukan calonnya.

“Tapi kalau pan sudah lengkap. kita serahkan saja pada mekanisme di DPRD,” tutupnya.

Juru bicara DPW PAN Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB menuturkan belum ada pembicaraan terkait hal tersebut dalam internal PAN. Sebab bagi dia masih menghormati proses hukum.

“Persoalan Wagub PAN akan membicarakan setelah keputusan inkrah dari Nurdin Abdullah,” ujarnya.

Apalagi. kata dia. PAN adalah partai pengusung Prof-Andalan yang menjadi pemenang pada pilgub sebelumnya. Maka dari itu kata dia ada etika yang mesti dijaga.

“Jadi tidak elok rasanya ketika masih berproses lantas sudah membicarakan pengganti,” bebernya.

Terkait mekanisme pengusulan nama Irfan mengatakan hal itu dibicarakan di DPW kemudian di usulkan di DPP. Terkait jumlah nama tidak ada ketentuan nama yang akan dikirim.

“Namun sejauh ini belum dibicarakan di internal PAN terkait itu,” jelasnya.
Senada yang dikatakan Ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid jika saat ini menunggu putusan tetap dari pengadilan. “Kan belum inkrah. Baru pemberhentian sementara,” katanya.

Walau belum diputusan PKS sudah menyiapkan nama-nama yang akan diusulkan dengan partai pengusung. Bahkan kata dia sudah ada dua nama yang siap mendamping Andi Sudirman Sulaiman setelah diusulkan ke DPP.

Pertama dirinya sendiri, Aryadi Arsal, wakil ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif dan ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Sri Rahmi.

“PKS kemarin mendorong empat nama masuk ke DPP dan saat ini DPP sudah putusan dua orang, saya sendiri dan pak Aryadi Arsal,” pungkasnya. (*)