oleh

Legislator Dorong Warga Makassar Bertani Hidroponik

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel dari Fraksi Partai NasDem, Rezky Mulfiati Lutfi menggelar Konsultasi Publik di Hotel Grand Imawan, baru-baru ini.

Konsultasi Publik ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai sistem pertanian organik. Selain tim perumus, forum ini juga dihadiri dari berbagai ahli di bidangnya. Kegiatan ini berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pada kesempatan itu, Rezky yang merupakan legislator Nasdem mengapresiasi kehadiran tim perumus yang akan merumuskan pandangan-pandangan dan masukan dari sejumlah pihak terkait ranperda ini.

“Pertama saya mau sampaikan kepada semua yang telah hadir untuk merumuskan bersama rancangan perda (Ranperda) karena merupakan inisiasi teman-teman di DPRD agar masyarakat bisa memanfaatkan waktu dengan melakukan pertanian organik,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa salah satu fokus dalam Ranperda ini adalah tidak hanya terhadap peningkatan produktivitas produk saja. Namun juga memperhatikan keseimbangan alam, kualitas, serta keamanan produk pertanian di tengah pandemi yang masih menghantui semua masyarakat.

“Sebelum perda dibahas lebih jauh sebagai wakil rakyat berharap perda bisa lahir dengan sumbangsih saran dari masyarakat dan lebih mengetahui apa isi dari regulasi agar kedepannya bisa bermanfaat untuk semua masyarakat,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan Pertanian ini bisa dilakukan di Makassar menggunakan hidroponik. “Pertanian lorong dan tanaman vertikal mengingat keterbatasan lahan di makassar,” ucapnya.

Salah satu narasumber Iskandar Hasan yang merupakan Akademisi dosen Pascasarjana UMI, Fakultas Pertanian menyampaikan bahwa masalah utama pertanian di Sulsel saat ini,baik tanaman pangan maupun perkebunan masih menggunakan sistem pertanian konvensional , yaitu masih mengandalkan pupuk berbahan dasar kimia.

“Dengan sistem pertanian konvensional lama kelamaan akan mengakibatkan daya dukung lahan semakin lemah dan mempengaruhi tingkat produksi,” ungkapnya. (*)