oleh

Kontainer Makassar Recover Hanya Jadi Pajangan, Danny Kecewa Dengan Lurah

MAKASSSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pengadaan kontainer Program Makassar Recover disorot. Pasalnya, 153 kontainer untuk seluruh kelurahan di Kota Makassar tersebut, hanya menjadi pajangan alias tak difungsikan dalam membantu upaya penanganan Covid-19. Padahal Pemkot menggelontorkan anggaran tak sedikit untuk pengadaannya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat dikonfirmasi tak menampiknya, bahkan dirinya mengaku kecewa atas kinerja bawahannya dalam hal ini para lurah yang diserahi tanggung jawab mengurus keberadaan kontainer tersebut..

“Sangat mengecewakan, hingga saat ini belum ada progres kelanjutan,” kata Danny, saat ditemui, Selasa (7/9).

Danny menyampaikan, banyak lurah yang salah menempatkan kontainer, misalnya dengan menempatkannya di atas trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki. Bahkan, di Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang ada pohon yang ditebang untuk menyimpan kontainer.

“Ini banyak salah-salah tempatnya. Saya marah-marah tapi saya sudah tugasi pak Sekda untuk segera mengevaluasi dan mengurus persoalan ini,” kata Danny.

Diketahui, pengadaan kontainer tersebut masuk dalam program Makassar Recover yang akan berfungsi sebagai pusat kontrol kesehatan, sekaligus sebagai tempat untuk pemeriksaan GeNose.

Bahkan, Danny mengaku mendapat desakan dari pemerintah pusat agar Pemkot Makassar segera merealisasikan dan mengoperasikan kontainer posko covid di setiap kelurahan tersebut.

“Kritikan pemerintah pusat adalah pemerintah kota tidak punya posko, karena kontainernya ini tidak selesai. Makanya saya sudah perintahkan Pak Sekda untuk melakukan koordinasi bersama lurah agar kontainer kesehatan di setiap kelurahan bisa selesai hari Kamis,” tegasnya. (*)