oleh

Golkar Sulsel Enggan Desak DPP

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Saat ini kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep dan Luwu Timur (Lutim) masih kosong.

Kekosongan ini sudah cukup lama, seperti di Pangkep kursi wakil ketua DPRD kosong di karenakan Andi Ilham Zainuddin (AIZ) mengundurkan diri karena bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2019.

Sementara di Lutim, kekosongan ketua DPRD terjadi pada 12 Desember 2020 lalu atau sudah sekitar delapan bulan lebih, di karenakan politisi Golkar, Amran Syam meninggal dunia dan kursi pimpinan saat ini diambil wakil ketua DPRD.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe mengatakan jika nama-nama yang akan ditunjuk menjadi pimpinan DPRD baik itu Pangkep maupun Lutim sudah dikirim ke DPP. “Itu sudah berproses kita tunggu saja, bagaimana persetujuan dari DPP. Kami di DPD I hanya kirim nama-nama ke sana,” katanya.

Khusus di Lutim, lanjut Taufan, sudah lima bulan nama-nama calon ketua DPRD dia kirim ke DPP untuk persetujuan. “Tapi keputusan kan ada di DPP,” ucapnya.

Lambatnya satu nama disetujui oleh DPP, DPD Golkar Sulsel tak ingin menagih. Pihaknya hanya mengusulkan saja. “Kami tidak tau (belum ada nama keluar) dan itu pertimbangan DPP,” jelas Wali Kota Parepare dua periode itu.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Zulham Arief mengungkapkan, jika sampai saat ini masih diproses di DPP yang pastinya DPD Golkar Sulsel telah mengusulkan tiga nama.

Mereka adalah Wahidin Wahid, Heriyanti Harun dan Aripin. Ketiga ini pun telah mengikuti it and proprtes beberapa waktu lalu di kantor DPD I Golkar Sulsel. “Tunggu saja,” singkatnya.

Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Lutim, Rapiuddin hanya menyebutkan jika rekomendasi dari partai Golkar sudah ada maka dia akan segera proses dengan membawa nama tersebut ke Biro pemerintahan Pemprov untuk mendapatkan SK sebagai ketua DPRD Luwu Timur. “Kita hanya menunggu saja, kalau sudah ada pasti itu kami akan proses secepatnya,” jelasnya. (*)