oleh

Wajo Raih Penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi

WAJO, RAKYATSULSEL.CO – Koleksi lemari penghargaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo kembali bertambah. Teranyar, daerah yang dinakhodai Bupati dan Wakil Bupati, Amran Mahmud-Amran, ini menyabet piagam penghargaan pada Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021.

Wakil Bupati Wajo, Amran, hadir langsung dalam penyerahan piagam penghargaan yang ditujukan sebagai apresiasi untuk kabupaten/kota inovatif di Sulawesi Selatan (Sulsel) itu. Hajatannya berlangsung di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (6/9).

Wajo lolos dengan satu inovasi, yakni vanemerator untuk pembudi daya udang vaname. Atas penghargaan yang diraih kali ini, Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Dia berharap inovasi ini senantiasa memberikan manfaat untuk masyarakat, khususnya di Bumi Lamaddukelleng (julukan Wajo).

“Pertama saya mengucapkan selamat kepada inovator, dalam hal ini Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wajo dan seluruh pihak terkait. Kedua, tentunya kita mengharapkan inovasi yang ada hari ini dapat memberikan nilai manfaat serta rasa nyaman kepada masyarakat Wajo,” beber Amran, Selasa (7/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Wajo, Nasfari, selaku inovator menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah untuk mendukung 25 program unggulan Bupati Wajo yang dituangkan dalam visi dan misi, yakni Pemerintahan Amanah Menuju Wajo Maju dan Sejahtera (Pammase).

Selain itu, sebagai upaya mewujudkan peningkatan per kapita masyarakat menjadi Rp60 juta per tahun. “Inovasi vanemator ini bertujuan untuk mendukung pengembangan udang vaname di Wajo, di mana dua tahun sebelumnya dari 14 ribu lahan tambak yang kita miliki 98 persen di antaranya digunakan untuk budi daya bandeng dengan rata-rata produksi 18 juta sekali panen,” jelasnya.

Nasfari menyebutkan dengan budi daya udang vaname ini, pendapatan masyarakat bisa bertambah menjadi Rp35 juta sekali panen. Dua tahun lalu, pengembangan budi daya udang vaname hanya berkisar 300 hektare, kendalanya bibit udang banyak yang mati karena kekurangan oksigen.

“Dengan adanya inovasi vanemator yang berfungsi sebagai penyuplai oksigen ke dalam air, luas budi daya udang vaname bertambah menjadi 2000 hektare,” terangnya.Sebagai informasi, pada Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021 ini, Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemkab Bantaeng sama-sama meloloskan 5 inovasi, lalu Kota Makassar 2 inovasi, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) 2 inovasi, Barru 2 inovasi, Pinrang 2 inovasi, dan Soppeng 2 inovasi.

Lalu, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, Pangkep, Sidrap, Wajo, Bone, dan Kota Parepare masing-masing mampu meloloskan satu inovasinya. (*)