oleh

LK2P Soroti Proyek RSI Takalar Rp13,6 Miliar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LK2P) menyoroti proyek penggabungan timbunan Rumah Sakit Internasional (RSI) Kabupaten Takalar tahun anggaran 2021 dengan nilai kontrak Rp13,6 miliar lebih.

Proyek tersebut dikerjakan oleh dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Takalar. Masing-masing dikerjakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Takalar.

“Dinkes mengerjakan bagian fisik dengan pagu anggaran Rp12,3 miliar, sedangkan PUPR mengerjakan timbunan dengan pagu anggaran Rp1,3 miliar,” kata ketua LK2P Yusuf Karma saat di temui di Warkop Daeen Ta, Selasa (7/9).

Padahal, menurut Yusuf Karma, apapun alasannya para pihak terkait diduga melanggar aturan dalam proses pelelangan Barang dan Jasa.

“Yang membuat kami merasa tidak masuk akal kenapa bisa dua OPD digabung menjadi satu kegiatan dalam proses lelang di Unit Pelayan Pengadaan (ULP),” ujarnya.

Ia juga meminta, Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan kepada bagian ULP Takalar karena diduga telah melakukan Korupsi, Kolusi dan Nipotisme (KKN) soal pengadaan Barang dan Jasa.

“Saya minta APH untuk segera melakukan pemeriksaan kepada bagian ULP Takalar karena diduga kuat telah melakukan perbuatan melawan hukum,” ungkap Yusuf.

Sementara itu, bagian ULP Takalar tak menampik adanya dua OPD dalam satu paket. Bahkan ia menilai hal itu bukan suatu pelanggaran dan merupakan hal yang wajar.

”Tidak ada masalah dengan penggabungan kedua proyek tersebut, dan itu bukan pelanggaran, paling tidak proyek yang digabungkan alias dikonsolidasikan adalah untuk mengefesiankan waktu,” kata salah satu pejabat ULP minta namanya tidak ditulis. (*)