oleh

Tangkap Pengedar Sabu 50 Gram, Lankoras-Ham Apresiasi Kinerja Polres Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham), mengapresiasi kinerja Kapolres dan Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Takalar, dalam mengungkap peredaran Narkoba.

“Saya mengapresiasi Kapolres Takalar dan jajarannya dalam mengungkap peredaran Narkoba seberat 50 gram di wilayah Takalar,” kata Ketua Lankoras-Ham, Mukhawas Rasyid, SH, MH kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Ia juga mengatakan, bahwa kejahatan Narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang menjadi perhatian seluruh negara di dunia karena dampak jangka panjangnya bisa merusak gererasi bangsa.

“Apa yang telah dilakukan Polres Takalar itu sudah tepat memberantas dan membasmi pelaku kejahatan Narkoba di Butta Panranuangku. Saya juga meminta Polres Takalar untuk tidak tebang pilih dalam mengungkap sindikat Narkoba,” ujarnya.

Diketahui, Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Takalar, meringkus tiga pelaku di tempat yang berbeda. Ketiga pelaku tersebut yakni, inisial IK (18), ML (18) dan RL (20).

Dua pelaku IK dan ML diringkus di Lingkungan Je’nematalasa’, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Sedangkan satu pelaku berinisial RL diringkus di Lingkungan Pangkajene, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto mengungkapkan, ketiga pelaku dibekuk usai Satres Narkoba memperoleh informasi dari si pembeli barang haram tersebut.

“Ketiganya berhasil diringkus usai anggota lapangan menangkap terlebih dahulu si pembeli barang haram itu. Kemudian dari informasi si pembeli itu dikembangkan, sehingga ketiganya berhasil diringkus,” kata Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto, Senin (6/9/2021).

Adapun barang bukti Narkoba yang berhasil diamankan Polisi yakni sabu seberat 50 gram, sasetan sebanyak 20 dan satu buah handphone.

Ketiga tersangka terancam Pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2, dan junto 55 KUHP dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup, penjara paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun dan pidana denda paling rendah Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 milir. (*)