oleh

Utak Atik Pejabat Pemkot, Ombudsman: Pilih Berdasarkan Kompetensi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto baru saja melakukan resetting pada jabatan administratif eselon III. Dari sejumlah nama yang direposisi sejumlah kalangan menilai ada orang dekat Danny-Fatma. Apalagi sebelumnya, 15 camat yang baru saja dilantik juga ditengarai merupakan loyalis Danny saat Pilpres lalu.

Jelang pengisian sejumlah jabatan pimpinan OPD lingkup Pemkot Makassar, Danny pun mulai mempersiapkan sejumlah nama sembari menunggu restu Kemendagri dan KASN untuk membuka lelang jabatan.

Menanggapi isu adanya “bagi-bagi jabatan” bagi loyalisnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, bahwa sejak job fit hingga resetting jabatan administratif memang sudah sesuai dengan kebutuhan pemerintah kota saat ini.

Dia pun menegaskan, bahwa mutasi dan resetting yang dilakukannya tak ada kaitannya sama sekali dengan dendam politik. Hal tersebut dilakukannya semata-mata hanya menginginkan agar Pemerintahan ke depan bisa berjalan efektif dan efesien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi tidak ada kaitan sama politik, kita murni lakukan pergeseran karena kebutuhan pemerintah,” tegas Danny, Kamis (2/9).

Lebih jauh, Danny mengaku, jika selama ini kinerja pemerintahan berjalan tidak normal akibat banyak posisi yang lowong, belum lagi beberapa jabatan yang memang kosong akibat kepala OPD-nya telah pensiun atau pindah ke posisi lain.

“Jadi memang kita penempatan sesuai kompetensi. Apalagi ada beberapa jabatan kosong selama ini, karena pensiun dan lainya,” jelasnya.

Sementara Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Selatan, Subhan Djoer mengingatkan, agar Wali Kota Makassar dalam penempatan pejabatnya, baik eselon II dan III harus sesuai dengan kompetensi bidang masing-masing.

“Kita berharap agar resetting atau lelang segala macam di Pemkot Makassar sesuai job kompetensi pegawai. Bukan karena kemauan atau penilaian pendekatan,” imbau dia.

Sejauh ini, dirinya mengaku belum bisa memberikan penilaian bahwa pengisian jabatan yang dilakukan Danny tak sesuai bidang karena hingga saat ini belum ada laporan yang diterimanya.

Ia juga memastikan Ombudsman Sulsel akan melakukan tindak lanjut jika ada OPD yang merasa dirugikan karena penempatan jabatan tidak sesuai bidangnya.

“Kami belum bisa menilai secara umum. Kalau ada keberatan bisa lapor, kami tindak lanjut. Saat ini Pemkot harus punya penilaian tersendiri mengisi jabatan lowong. Tapi jika ada merasa berkompeten tak dipakai, bisa dilapor,” saran Subhan. (*)