oleh

Pemuda Muhammadiyah Diskusi dengan Bawaslu Kota Palopo, Ini yang Dibahas

PALOPO, RAKYATSULSEL.CO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Palopo bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Wara menggelar diskusi publik dengan Bawaslu Kota Palopo.

Agenda itu mengambil tema Pengawasan Partisipatif Bawaslu di masa Pandemi yang menghadirkan Koordinator Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad sebagai narasumber.

Diskusi ini dilaksanakan di Merah Putih Internasional Language School (EER Cafe) dan dihadiri tiga puluh peserta yang merupakan perwakilan dari PC.PM se Kota Palopo, IMM, IPM dan Nasyiatul Aisyiyah Kota Palopo, Jum’at (3/9).

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Palopo, Firman Patawari mengungkapkan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari MoU yang telah dibuat PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Palopo dengan Bawaslu Kota Palopo beberap waktu lalu.

“Kami berkomitmen untuk menjadi entitas kaum muda yang mengambil peran dalam pengawasan partisipatif,” jelas Firman.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kebangsaan PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Palopo, Riswan selaku pelaksana kegiatan menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pendidikan demokrasi dan kepemiluan.

“Kami berharap agar kader muda Muhammadiyah yang ada di Palopo tidak asing dengan proses demokrasi,  pemilu ataupun pemilihan,” tutur Riswan.

Sementara, Koordinator Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad menjelaskan penguatan nilai-nilai demokrasi dalam masyarakat, sebagai salah satu syarat utama mewujudkan demokrasi yang subtansial, adalah tugas bersama.

“Disinilah pentingnya keterlibatan semua elemen bangsa, sahabat-sahabat Pemuda Muhammadiyah, IMM, NA, serta organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan lainnya untuk bersama-sama dan bekerja sama mengedukasi masyarakat (publik) tentang penguatan nilai-nilai demokrasi yang sehat dan bermartabat,” kata Saiful.

Dijelaskan Saiful, Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu dan Pemilihan, tidak bisa bekerja sendiri, sehingga ruang ruang partisipasi masyarakat (publik) sangat diharapkan.

“Khusus untuk Bawaslu dan Pemuda Muhammadiyah Kota Palopo telah ada kesepakatan tertulis dalam bentuk MoU untuk bersama-sama mendorong penguatan nilai-nilai demokrasi dalam kegiatan yang bisa dirancang bersama,” ungkapnya. (*)