oleh

Epidemiolog Ingatkan Gelombang Ketiga Covid-19, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Protkes

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sepekan terakhir kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan mengalami penurunan. Menurut data Satgas Covid-19 Sulsel pertanggal 1 September 2021, angka terkonfirmasi Covid-19 di Sulsel sebanyak 297 kasus, yang sebelumnya di tanggal 25 Agustus 2021 angka terkonfirmasi sebanyak 565 kasus.

Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Aminuddin mengatakan, penurunan angka yang terjadi tidak terlepas dari pengaruh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Protokol Kesehatan dan juga vaksinasi yang diterapkan oleh masyarakat.

“Terjadi penurunan, tentu itu tidak terlepas dari dampak pemberlakuan PPKM ditambah kepatuhan dalam penerapan Protkes yang semakin membaik, begitu juga dengan cakupan vaksin meskipun masih dibawah 20 persen, tapi juga mulai menunjukkan pengaruh terhadap pencegahan penularan Covid-19. Selain itu juga adanya kekebalan dari penyintas covid, baik yang begejala maupun yang tanpa gejala,” ungkapnya, Kamis (2/9).

Meski demikian, Prof Ridwan meminta masyarakat untuk tidak lengah, apalagi saat ini Kementerian Kesehatan masih mengkategorikan Sulsel masuk kategori 3 (zona sedang).

“Positivity rate Sulsel mencapai 8,8 persen dan dianggap masih tinggi dibanding standar WHO yang mematok di bawah 5 persen. Olehnya itu, masih perlu upaya-upaya lebih untuk dapat mengendalikan atau mengontrol penularan covid-19 terutama pada tingkat komunitas,” bebernya.

Prof Ridwan menyebut pula bahwa Sulawesi Selatan masuk pada kategori penularan komunitas yang tidak terkendali sehingga beberapa kabupaten/kota masuk zona merah.

Prof Ridwan yang juga Tim Ahli Satgas Covid-19 Sulsel ini pun mengingatkan, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta memperhatikan beberapa faktor agar tidak terjadinya kenaikan kasus, sehingga masuk ke gelombang ketiga.

Ia pun menjelaskan, kasus gelombang ketiga akan melanda Sulsel kalau syaratnya terpenuhi. Yakni pertama kepatuhan terhadap protokol kesehatan menurun secara drastis, yang kedua mutan baru dari Covid-19 mengalami peningkatan yang tidak terkendali.

“Jika syarat itu terpenuhi, maka gelombang ketiga akan melanda Sulsel. Sekarang inikan di China ada 5 negara yang masuk gelombang ketiga. Itu karena ada varian baru yang tidak terkendali,” ungkapnya.

Olehnya itu, dirinya menghimbau masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan, agar varian-varian Covid-19 tidak menjadi menjadi ancaman baru. (*)