oleh

DPRD Sulsel Finalkan Ranperda Perlindungan Guru dan Siswa

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel telah melakukan rapat finalisasi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perlindungan sekolah ramah guru dan siswa di ruangan Komisi E , tower DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (02/9).

Ketua Panitia Khusus (Pansus), Andi Muhammad Irfan AB, menyatakan, Raperda ini tinggal menunggu pengesahan yang pastinya kata dia Ramperda tersebut akan disahkan menjadi Perda “Kita telah melahirkan perda perlindungan sekolah ramah guru dan siswa,” katanya.

Dirinya menuturkan bahwa, poin-poin yang ada di dalam Perda ini, diambil dari landasan landasan sosiologis, bahwa beberapa tahun terakhir ini banyak tindakan kekerasan yang terjadi i sekolah baik terhadap guru maupun siswa.

“Berdasarkan itulah makanya kita merumuskan perda ini dan dalam dinamika perkembangan perda sangat banyak masukan masukan kita peroleh baik dari pihak stakeholder yang ada di Sulsel maupun terakhir di kementerian dalam negeri,” papar Irfan AB.

Kendati demikian, kata dia, dalam pembahasan perda ini, banyak berkembang dinamika salah satunya adanya usulkan agar melakukan perubahan judul perda.
“Tapi akhirnya kita sepakat bahwa judul perdanya itu perlindungan sekolah ramah guru dan siswa,” ucapnya.

“Na adanya perda ini kita berharap bahwa tindakan tindakan kekerasan perlindungan guru dan siswa bisa terlaksana dengan baik,” sambung Irfan AB.

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan dalam waktu dekat Perda Perlindungan sekolah ramah guru dan anak ini dapat segera disahkan melalui rapat paripurna Dewan. “Ya, paling lambat hari kamis nanti bersamaan pengesahan KUA PPAS,” pungkasnya. (*)