oleh

Tahapan Pemilu Berlangsung 25 Bulan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemilu 2024 (Pilpres dan Pileg) digelar pada 21 Februari 2024. Sementara Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak Nasional dilaksanakan pada 27 November 2024.

Sedangkan awal tahapan Pemilu serentak 2024 akan dimulai pada Januari 2022. Dengan kata lain, ada jarak 25 bulan sebelum pelaksanaan Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif dan Pilkada 2024.

Dengan tahapan Pemilu yang dilakukan selama 25 bulan, KPU memiliki waktu lebih banyak selama 5 bulan dari yang sebelumnya hanya 20 bulan sebelum dilaksanakannya waktu pencbolosan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Faisal Amir mengatakan, KPU Provinsi Sulawesi Selatan sudah melakukan berbagai persiapan. Misalnya, kata dia, data pemilih berkelanjutan, desa peduli pemilih. Selain itu pihaknya membahas tentang evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan dan persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

KPU Sulsel, kata Faisal Amir juga telah melakukan sosialisasi penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) di lingkungan Komisi Pemilihan Umum. “Kami juga telah menggelar rapat pembahasan usulan anggaran pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024,” jelasnya, Rabu (1/9/2021).

Dikatakan, sebagai penyelenggara, KPU percaya proses yang baik akan menciptakan hasil yang baik. Pemilu yang baik dan berkualitas, akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. “Semua itu tidak terlepas jika dipersiapkan dan direncanakan secara baik,” ujarnya.

“Begitu juga dengan kegiatan penandatanganan perjanjian kerja semua pihak, yang menjadi bagian dari upaya dalam merencanakan dan menghasilkan Pemilu yang baik di 2024. Serta harus melibatkan semua elemen bangsa, karena Pemilu adalah tanggung jawab kita bersama,” sambung Faisal.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari mengatakan pihaknya siap dan menunggu keputusan resmi dari KPU RI. “Untuk persiapan tentu akan mengikuti alur tahapan yang tercantum di PKPU tahapan yang akan keluar nantinya,” katanya.

KPU Makassar sendiri kata Endang banyak melakukan evaluasi setelah pelaksanaan Pilkada 2020 lalu. “Tentu hasil evaluasi tersebut menjadi rujukan dan pedoman kami dalam menyiapkan tahapan,” jelasnya.

Ada beberapa catatan dari evaluasi tersebut, seperti penataan dapil, rekruitment penyelenggara adhoc, pencalonan, kampanye, sosialisasi, debat, pemungutan suara. “Begitupun rekapitulasi hingga distribusi logistik akan kami pertahankan catatan yang positif dan membenahi yang kurang, belajar dari penyelenggaraan pilkada dan pemilu kemarin,” pungkasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Gowa, Muhammad Basir menjelaskan bahwa KPU Gowa dan kabupaten/kota lainnya rutin mengikuti sosialisasi dan rapat koordinasi persiapan tahapan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024.

Di antaranya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan sebagai upaya menghasilkan data pemilih yang clean dan clear, pelaksanaan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan sebagai upaya meningkatkan tingkat partisipasi pemilih.

“Untuk awal tahun 2022, tahapan akan di mulai dengan verifikasi faktual parpol yang saat ini sedang dalam proses sosialisasi draft aturannya/PKPU,” katanya.

Saat ini KPU Gowa masih intens melakukan sosialisasi dan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelatihan kader Desa/Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan.

“Kami sudah merekrut calon kader di 3 tempat, yakni Desa Borisallo Kecamatan Parangloe, Desa Biringala Kecamatan Barombong, dan Kelurahan Tombolo Kecamatan Somba Opu, masing-masing berjumlah 25 orang,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, awal tahapan Pemilu serentak 2024 dimulai pada Januari 2022. “Dan kita sudah tetapkan selama 25 bulan (tahapan pemilu). Dengan kita sudah hampir menyepakati itu, kalau dilaksanakan 25 bulan sebelum pelaksanaan pileg dan pilpres, maka tahapan itu akan dimulai sekitar bulan Januari 2022,” kata Doli belum lama ini.

Doli mengatakan, jadwal tersebut kemungkinan akan diresmikan pada 6 September 2021 dalam rapat kerja Komisi II DPR bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan penyelenggara pemilu. “Untuk menetapkan hasil tim kerja itu menjadi keputusan resmi antara pemerintah dan DPR. Dan itulah yang menjadi patokan kita untuk mempersiapkan pemilu tahun 2024,” ujar dia.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pihaknya juga sudah menetapkan pencoblosan untuk pemilu legislatif dan pemilu presiden di tanggal 21 Februari. “Sementara itu, pelaksanaan Pilkada serentak akan digelar pada tanggal 27 November 2024. Jadi, tanggal-tanggal ini lah yang pada akhrinya paling dimungkinkan ya terjadinya impitan yang terlalu dalam antara tahapan pileg, pilpres dengan tahapan pilkada,” pungkas dia. (*)