oleh

Prof Farida Siap Jadikan Unhas World Class University

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Di era modern sekarang ini, mayoritas perguruan tinggi di Indonesia memantapkan diri dalam meningkatkan posisi sebagai World Class University (WCU). Pasalnya, status WCU saat ini menjadi issue menarik pada periodesasi pergantian kepemimpinan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang saat ini sementara berjalan.

Dari delapan bakal calon Rektor Unhas yang resmi mendaftar, Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof Dr Farida Patittingi, SH, MHum merupakan salah satu sosok yang paling diunggulkan.

Ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (2/9/2021), perempuan kelahiran Bone, 26 Juni 1967 silam ini memaparkan konsep pandangan pemikirannya tentang upaya peningkatan posisi Unhas sebagai WCU.

Menurutnya, salah satu hal penting yang harus disiapkan untuk meningkatkan posisi Unhas sebagai WCU adalah kesiapan infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) yang komprehensif.

“Program Smart Campus, merupakan salah satu aspek vital yang akan menunjang proses layanan kampus baik akademik maupun non akademik,” tutur Prof Farida.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Hukum dua periode itu menuturkan, bahwa ketergantungan akan teknologi informasi merupakan sesuatu yang sangat sulit dihindari pada era serba digital seperti saat ini.

“Saya kira selama ini Unhas dibawah kepemimpinan Rektor Prof. Dwia sangat responsif dalam menjawab tantangan tersebut. Salah satu bukti nyata adalah sejak tahun 2016 silam Unhas telah melaunching program Smart Campus,” terangnya.

Dengan beberapa layanan digital yang ada saat ini, lanjutnya, harus terus dikembangkan untuk menyesuaikan kebutuhan dan yang terpenting adalah semua layanan berbasis digital yang ada di Unhas harus saling terintegrasi, sehingga semua data yang ada harus terekam dalam big data Unhas.

“Saya kira jika kita punya big data, tentu akan memudahkan dalam hal monitoring dan evaluasi capaian, sehingga akan mendukung dalam setiap pengambilan kebijakan,” sambung mantan pembantu Dekan III Fakuktas Hukum Unhas.

Perempuan yang pernah meraih penghargaan sebagai Inspirational Individual for Women’s Leadership dari HELM’s Program for “Women’s Leadership in Higher Education”, Kerjasama Ditjen DIKTI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan USAID/HELM (Higher Education Leadership and Management) pada 2013 lalu ini, menambahkan bahwa transformasi digital dalam dunia Perguruan tinggi merupakan kemutlakan.

Lanjut dia, konsekuensi revolusi industri 4.0 menuntut layanan kampus untuk menyesuaikan diri dalam menerapkan layanan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

“Dengan demikian Insya Allah saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kemajuan Unhas, salah satu diantaranya adalah program Smart Campus apabila saya diberi amanah menjadi Rektor,” pungkasnya. (*)