oleh

Syamsari Ajak Masyarakat Ikut Menangkan Gelora di Pemilu 2024

]MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Sulsel, Syamsari Kitta mengajak masyarakat untuk bisa bergabung ke partainya jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

“Kami Partai Gelora berharap agar masyarakat bisa bersama kami memenagkan Gelora di 2024 nanti,” tuturnya, Selasa (31/8).

Sedangkan, Ketua Bidang Kaderisasi DPN Partai Gelora, Musyafa Ahmad Rahim menambahkan, bidang kaderisasi harus terus memberikan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas anggotanya.

“Sehingga dapat menguatkan persepsi dan pemahaman yang benar mengenai cita-cita besar Partai Gelora, serta mampu menghadapi setiap tantangan dan bisa memanfaatkan peluang untuk suatu perubahan besar,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gelora Indonesia, Anis Matta menegaskan, Partai Gelora adalah sebuah partai politik (parpol) yang menggabungkan gerakan politik dan pemikiran yang disesuaikan dengan perkembangan zaman agar menciptakan perubahan besar di masyarakat.

Partai politik itu harus mempunyai fungsi yang fundamental sebagai kekuatan utama perubahan pada masyarakat.

“Nah, kita di Partai Gelora ini menggabungkan antara gerakan politik dan juga gerakan pemikiran, serta melihat relevansinya dari waktu ke waktu,” kata Anis Matta saat memberikan pembekalan program perdana Akademi Manusia Indonesia (AMI) kepada Fungsionaris Dewan Pimpinan Nasional (DPN), virtual.

Menurut Anis Matta, masyarakat adalah kekuatan utama dari suatu negara, dan rakyat akan mengatur kehidupan kolektif mereka sebagai bangsa.

Sehingga wajah negara akan menjadi seperti apa akan ditentukan oleh wajah bangsa itu sendiri. Inilah perbedaan bangsa-bangsa terbelakang dengan bangsa-bangsa maju.

“Karena membangun masyarakat dan negara ada dalam instrumen pembinaan yang dilakukan partai politik,” tuturnya disaksikan DPW Gelora Sulsel.

Masyarakat, lanjut Anis Matta, harus diarahkan untuk menjadi pribadi yang beriman atau shaleh dan bisa menciptakan perubahan besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan besar-perubahan besar lainnya.

Pembinaan yang di pakai disini seluruhnya mengacu pada bagaimana menciptakan manusia Indonesia yang baik dan juga relevan.

“Ini akan jadi identitas kolektif kita dalam pergaulan global, yang memiliki makna ruang dan waktu di masa sekarang dan masa akan akan datang semuanya relevan,” jelasnya. (*)