oleh

Covid Landai, Protkes Jangan Kendur

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Upaya pemerintah dalam menekan angka kasus Covid-19 mulai memperlihatkan hasil. Kasus positif harian di Sulawesi Selatan perlahan mulai melandai.

Penurunan kasus terlihat sejak tanggal 25 Agustus 2021, dengan kasus harian sebanyak 565. Angka tersebut turun pada tanggal 26 Agustus menjadi 448 kasus, kemudian tanggal 27 Agustus 382 kasus, tanggal 28 Agustus dengan 374 kasus dan tanggal 29 Agustus dengan 210 kasus.

Untuk tanggal 30 Agustus kasus positif harian hanya 105. Khusus di Kota Makassar, status Makassar turun dari zona merah menjadi zona oranye.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman merasa bersyukur kondisi penyebaran Covid-19 mulai bisa ditekan. Hal itu tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak.

“Alhamdulillah, grafik di Sulawesi Selatan menunjukkan tren penurunan, kita berdoa bersama mudah-mudahan Allah melindungi kita selalu dari pandemi Covid-19,” ungkapnya, Selasa (31/8/2021).

“Ini tidak lepas dari dukungan TNI-Polri-Kejaksaan, nakes, Satpol-PP, Dishub, Dinkes, BPBD, instansi vertikal, swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya yang berpartisipasi bersama dalam menekan laju penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Meski begitu, Andi Sudirman pun meminta masyarakat untuk tidak lengah dan terus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. “Covid-19 masih disekitar kita, mari kita tetap prokes ketat, jaga imun dan iman,” tegasnya.

Sementara Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengakui jika upaya pemerintah Kota Makassar menekan angka laju penularan kasus Covid-19 kini menunjukkan hasil yang positif.

“Hal ini terlihat jelas karena Kota Makassar yang sebelumnya berada pada zona resiko tinggi atau zona merah, kini berada pada status resiko sedang atau oranye,” ucap Danny, Selasa (31/8/2021).

Danny berharap kota yang dipimpinnya tersebut dapat keluar dari pandemi ini agar aktivitas yang serba dibatasi ini akan kembali kondisif. “Saya berharap bersama Forkopimda agar masyarakat patuh dan ikuti anjuran pemerintah. Karena jika semua kondusif maka aktivitas bisa lancar, meskipun terbatas,” harap Danny.

Diketahui Pemerintah kota Makassar melaporkan jumlah warga yang telah divaksin Covid-19 telah mencapai 465 ribu lebih. Dengan angka tersebut, capaian vaksinasi di Makassar sudah mencapai 45 persen dari sasaran target 1,1 juta orang.

Jumlah itu yang sudah disuntik vaksin dosis pertama. Dibutuhkan 700 ribu lagi untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd imunity. “Sekarang kan 45 persen dari 1,1 juta (penduduk sasaran). Berarti sudah 465 ribu orang yang sudah divaksin,” ucap Danny.

Sedangkan, Juru bicara Satgas Covid-19 Makassar Heni Handayani mengimbau agar masyarakat Makassar tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Kita tahu bersama, angka Covid-19 di Makassar sudah menurun, saat ini sudah zona oranye. Tapi kita jangan lengah, tetap tingkatkan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” imbuh Heni.

Lanjut Heni mengatakan untuk menekan dan memutus mata rantai Covid-19 Program Makassar Recover akan terus mengedukasi warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti yang tertuang dalam peraturan PPKM.

“Program Makassar Recover akan terus mengedukasi warga agar tetap menerapkan prokes Covid-19 seperti yang tertuang dalam peraturan PPKM,” ucap Henny.

Terpisah, Jubir tim Makassar Recover, Indira Mulyasari mengatakan, gebyar vaksinasi gratis kembali dilakukan secara serentak di 11 titik lokasi yang dilaksanakan pada awal bulan selama 3 hari, mulai tanggal 1 sampai 3 September 2021.

Pemkot bersama dengan sejumlah instansi terkait seperti IDI Makassar, PMI Makassar, Yayasan Hadji Kalla dan Pangdam Hasanuddin terus mempercepat vaksinasi Covid-19 ini sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai wabah Covid-19.

“Gebyar vaksinasi gelombang ketiga ini telah menyediakan sebanyak 75.000 dosis vaksin Sinovac untuk vaksin pertama dan kedua,” katanya.

Indira mengatakan, banyak tempat lokasi vaksin untuk mempercepat dan lebih memudahkan warga melakukan vaksinasi. “Ada 11 titik, banyak tempat vaksin disediakan ini agar warga lebih mudah mengakses tempat vaksin, jadi misalnya warga di daerah Daya cukup di daerah sana juga vaksin,” jelas Indira.

Adapun 11 titik tempat pelaksanaan vaksin gratis yakni Asrama Haji Sudiang, Daya Grand Square (Transmart), Universitas Islam Makassar Tamalanrea, Kampus PIP Makassar (Jl Tentara Pelajar), Universitas Negeri Makassar (Jl Pettarani), Masjid Al Markaz Jenderal Jusuf, Sekolah Islam Athirah (Jl Kajaolalido), Mal Ratu Indah, Nipah (khusus pendonor PMI), Universitas Ciputra Centre Point of Indonesia (CPI) dan Hotel Four Points by Sheraton (Jl Andi Djemma). (*)