oleh

Pimpin Karang Taruna Sulsel, Harmansyah Tegaskan Tak Ada Dualisme

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Harmansyah resmi memimpin Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan setelah terpilih pada Temu Karya Karang Taruna (TKKT) ke-VII di Kabupaten Bulukumba, 27-28 Agustus 2021.

Harmansyah terpilih secara aklamasi setelah panitia menetapkan sebagai calon tunggal lantaran memenuhi syarat pencalonan yakni 34 persen dukungan.

Sementara Harmansyah saat mendaftar membawa 12 rekomendasi/dukungan dari 24 pemilik suara di TKKT.

“Yang saya pakai saat mendaftar hanya membawa 12 dukungan saja, tapi ada yang menyusul beberapa rekomendasi dukungan,” kata Harmansyah, saat dikonfirmasi, Ahad (29/8/2021).

Usai terpilih, pihaknya saat ini menyusun pengurus Karang Taruna Sulsel masa jabatan 2021-2026. Setelah itu kata dia dilaksanakan pelantikan.

“Kita diberikan satu pekan membuat struktur pengurus setelah itu dikirim ke DPP dan harus mendapatkan legitimasi dan pelantikan, setelah itu baru kami bekerja,” ujarnya.

Disinggung mengenai isu dualisme Karang Taruna Sulsel, Harmansyah menanggapinya dengan santai. Menurutnya, sesuai arahan Karang Taruna Pusat, TKKT Sulsel yang berlangsung pada 19-20 Juni 2021 di Hotel Aryaduta, Makassar dengan menetapkan Andi Ina Kartika Sari sebagai ketua tidak sah sesuai AD/ART organisasi KT.

Harmansyah bahkan menyebutkan jika sebenarnya Karang Taruna di Sulsel sama sekali tidak dualisme, karena turunannya sudah jelas Karang Taruna Pusat hanya diketuai oleh Didik Mukrianto.

“Pak Ketua Umum Karang Taruna Pusat dan Pak Sekjend yang membuka langsung TKKT Sulsel di Bulukumba kemarin, jadi kalau ada hasil TKKT Sulsel selain di Bulukumba tentu ilegal, dan itu ditegaskan sendiri oleh pak Ketua saat pembukaan,” jelasnya.

“Jadi sekali lagi tidak ada dualisme, tapi Karang Taruna turunnya secara vertikal. Kalau bicara dualisme kemungkinan di tingkat nasional juga dualisme tapi kenyataanya tingkat nasional cuma satu,” tegasnya. (*)