oleh

Begini Program Kerja Prof Sumbangan Baja Siapkan Unhas Menuju Smart Kampus

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Di era disrupsi seperti saat ini berbagai instansi tak terkecuali perguruan tinggi harus melakukan transformasi digital agar tidak tertinggal zaman.

Untuk kampus sebesar Unhas, transformasi digital tersebut sebaiknya dirancang dalam bentuk Smart Campus atau kampus cerdas, yang akan memudahkan civitas akademika dalam berbagai  hal.

Karena itu perguruan tinggi sudah seharusnya melakukan digitalisasi Smart Campus untuk meningkatkan efisiensi dan  kualitas kampus. Semua aplikasi yang dibangun dalam Smart Campus akan disesuaikan dengan perkembangan teknologi terbarukan yang membantu memajukan kampus.

Hal ini diungkapkan Bakal Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil, Ph.D, yang kini sedang menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur Unhas.

“Kami telah mengembangkan banyak aplikasi, seperti manajemen perencanaan, keuangan, aset, akademik, data kemahasiswaan, dan banyak lagi,” ujar Prof Sumbangan Baja, Sabtu (28/8).

Kedepannya, kata Prof Sumbangan Baja, bagaimana mengintegrasikan berbagai aplikasi yang telah dikembangkan tersebut. Jadi program yang akan di kembangkan adalah bagaimana  kebijakan selama ini di jalani di kampus.

“Tentu dapat berkelanjutan dengan baik, dan bagaimana melakukan integrasi sebagai bagian dari transformasi digital kedepan,” jelasnya.

Lulusan Doktor Universitas Sydney, Australia, itu mengatakan bahwa sadar atau tidak teknologi menjadi kunci bagi manusia untuk tetap mempertahankan aktivitas kehidupan maupun bisnis selama masa pandemi Covid-19 ini, termasuk juga perguruan tinggi.

Tentu saja, lanjut Prof Sumbangan, proses digitalisasi kampus memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai agar bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sekarang, sarana dan prasarana teknologi informasi menjadi sangat penting. Akan tetapi, menurut  Sumbangan Baja, transformasi digital dalam lingkup perguruan tinggi bukan hanya membangun infrastruktur.

Namun  yang terpenting adalah mengubah mindset terlebih dahulu. Para pengelola dari berbagai jenjang pada perguruan tinggi harus peka melihat kebutuhan civitas akademika kampus.