oleh

Bahas Fenomena Hukum di Masa Pandemi, PPs UMI Hadirkan Dua Pakar dari Mahkamah Agung RI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Program Magister dan Doktoral Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kuliah umum dan seminar ilmiah berskala nasional, Sabtu (28/8). Materi yang dibahas mengenai fenomena hukum di masa pandemi.

Menariknya, narasumber yang dihadirkan yakni dua pakar hukum. Mereka adalah Wakil Ketua Bidang Yudisial Mahkamah Agung RI, Dr. Hi. Andi Samsan Nganro, SH, MH. Kedua Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI, Dr. Ibrahim SH, MH, LLM.

Tema yang dibahas yaitu Penemuan Hukum dan Kemandirian Yudisial Di Tengah Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan secara Hybrid. Daring dan Luring yang di fokuskan di Kampus Pasca Sarjana UMI.

Wakil Rektor II Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. H Salim Basalamah SE MSi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini akan membahas tentang isu yang sangat aktual dan saat ini merupakan tantangan bagi wajah penegakan hukum di negeri ini khususnya bagi Lembaga Peradilan.

Menurutnya, pandemi Covid 19 yang secara hukum telah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai sebuah bencana non alam yang tentu saja_ ikut mempengaruhi pendekatan penegakan hukum di Tanah Air.

“Beberapa kebiasaan yang selama ini diterapkan, harus menyesuaikan dengan kondisi negara yang sedang melawan wabah global, sehingga pandangan atau perspektif hukum pun lebih banyak mengarah pada substansi tanpa mengabaikan sisi hukum formilnya,” jelas Salim Basalamah, Sabtu (28/8).

Dikatakan, problematika ini yang melatar belakangi UMI khususnya Program Pascasarjana menginisiasi ruang diskusi dengan menghadirkan paranarasumber yang berkompeten. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi perkembangan dan pengayaan khasanah keilmuan bidang hukum.

Issu penegakan hukum yang adil merupakan hal yang mutlak harus terpenuhi untuk mencapai masyarakat adil dan makmur sebagaimana yang dicita-citakan bersama.

“Kegiatan yang diadakan pada hari ini, merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk menggali dan memahami lebih jauh lagi, semua kemungkinan, dan tantangan kedepannya,” pungkasnya.

Sedangkan, Ketua Panitia Kuliah umum dan  Seminar Ilmiah Nasional UMI, Askari Razak mengatakan ini dibuat untuk mahasiswa doktoral ilmu hukum, mahasiswa S2 hukum dan umum.

Kata Askar, lewat kegiatan tersebut, Pasca UMI mau membuka ruang agar terjadi dialog dan diskusi secara akademis maupun praktis. Sebab, saat ini bacaan masyarakat dari kasus yang ada saat ini punya varian berbeda. Tanggapannya iuga berbeda.

“Nah ini yang  coba kami bahas salah satunya dengan pakar yang kompeten di bidangnya,” ucapnya.

Salah satu pembicara ini datang langsung atau secara live di Pasca UMI. Namun yang diizinkan bisa datang di lokasi itu terbatas. Beliau  membahas mengenai kajian teoritik dan penafsiran, pembentukan dan penemuan hukum.

Daya tampung dan kapasitas ruangan untuk luring terbatas. Sehingga dibatasi keseluruhan peserta hanya sampai 300 orang saja. Itupun kebanyakan dialihkan mengikuti secara daring. (*)