oleh

Prof. Kadir Bertekad Bawa Unhas Berlari Kencang di Tengah Pandemi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Majunya Prof. dr Abdul Kadir, Ph. D. Sp. THT-KL (K) M.A.R.S sebagai salah satu kandidat Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) bukan tanpa sebab. Misinya jelas membawa Unhas berlari kencang seiring perkembangan tekhnologi dan kondisi saat ini yang di hantui Covid-19.

Bagi Prof. Kadir, hal tersebut akan mungkin jika figur yang menakhodai Unhas nantinya memiliki berbagai pengalaman dan pernah bersentuhan langsung dengan lapangan, sehingga dapat membaca dan melaksanakan program yang dibutuhkan universitas.

“Sekarang ini sebenarnya yang dibutuhkan Unhas adalah seorang rektor yang betul-betul bisa menjadi leader atau yang pernah menjadi pemimpin di unit kerja tertentu, atau dengan kata lain terbiasa menghadapi tantangan dan mempunyai pengalaman berhadapan langsung dengan kondisi di lapangan. Sehingga berani mengambil keputusan dan berani menghadirkan keputusan yang tidak familiar demi kemajuan Unhas,” ujar Prof. Kadir.

Dengan kapasitas tersebut, Alumni Fakultas Kedokteran ini berharap mampu hadir di tengah memimpin Unhas. Dengan pengalamannya memimpin pulalah, Prof. Kadir bercita-cita dapat mensejahterakan para Dosen dan tenaga pendidik di lingkungan Unhas.

“Itu dapat terwujud dengan menggali pendapatan baru seperti SPT beasiswa, mengantar para Dosen menjadi enterprenuer university serta mengoptimalisasi penggunaan aset-aset yang ada. Di samping itu, kita juga dapat melakukan optimalisasi kekayaan intelektual yang dihasilkan para peneliti yang ada di Unhas,” terang Prof. Kadir.

Dari segi akademik, dirinya berharap bahwa pernyataan menteri Pendidikan terkait serapan lulusan perguruan tinggi yang hanya 10 hingga 18 persen dapat diatasi. Artinya lulusan yang dihadirkan haruslah dibutuhkan masyarakat sehingga dapat terserap di dunia kerja.

“Oleh karena itu, screening atau evaluasi perguruan tinggi diperlukan. Kita harapkan ke depan Unhas dapat menghasilkan sarjana sarjana yang sangat dibutuhkan masyarakat sehingga bisa terserap,” harap Prof. Kadir.

“Ke depan kita ingin Unhas di samping menggali kekayaan intelektual, juga sedapat mungkin menghasilkan lulusan yang nantinya dapat berperan menciptakan teknologi di Indonesia. Mengingat Saat ini kita berada di tengah covid-19, dan tengah menghadapi teknologi 4.0,” sambungnya. (*)