oleh

Pincam Golkar Tator Tolak Musda Digelar di Makassar

TORAJA, RAKYATSULSEL.CO – Puluhan Pimpinan Kecamatan (Pincam) partai Golkar Tana Toraja (Tator) datangi kantor Golkar Tator, Jumat (27/8). Mereka menolak pelaksaan musyawarah daerah (musda) Golkar yang rencananya akan digelar di Makassar.

Perwakilan Pincam Golkar Tator, Herman Pane menyampaikan empat poin penting yang merupakan tuntutan. Pertama, menolak keras pelaksanaan musda di Makassar.

“Musda harus dilakukan di Tator,” tegas Herman, Jumat (27/8).

Kedua, sambung dia, pihaknya meminta petinggi partai Golkar agar menghargai kader partai yang selama ini berjuang untuk membesarkan partai. Ketiga, perbedaan pendapat dalam partai itu biasa, tetapi yang luar biasa adalah menyatukan mereka yang berbeda itu.

“Untuk itu kami berharap kepada partai untuk kembali merangkul dan mempersatukan kembali partai Golkar yang mulai retak,” jelasnya.

Terakhir, kata Herman, proses pendaftaran calon ketua Golkar Tator agar dimulai dari awal. Sehingga, pelaksanaan dianggap adil.

Sementara, Kader Golkar Tator, Adolf CH Pakke mengatakan sebagai salah satu kader Golkar Tator, perpecahan ini pertama kali terjadi dalam 30 tahun terakhir di Tator. Ia menyayangkan persoalan ini ada di Partai Golkar.

“Hal ini bermula dari pilkada Tator 2020 lalu dimana partai Golkar hanya mengusung kader sebagai calon wakil bupati padahal bisa mengusung sebagai bupati,” ungkap Adolf.

Kejadian itu, kata Adolf, menyebabkan benih-benih perpecahan dalam partai. Bahkan, ada pengurus PAC yang diam-diam diganti dengan alasan masa kepengurusan telah berakhir.

“Kami menolak keras pelaksanaan Musda Golkar dilaksanakan di Makassar karena diduga ada settingan yang dilakukan oknum tertentu. Untuk itu kami meminta pelaksanaan musda di gelar di Toraja ” pungkas Adolf CH Pakke. (*)