oleh

Muddassir Klaim Dapat Dukungan Enam Pimcam

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Kabupaten Barru saat ini tinggal menunggu jadwal dari DPD I Golkar Sulsel.

Diketahui, dari tiga yang mengambil formulir, hanya dua orang yang akan merebutkan kursi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin, mereka adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barru, Kamil Ruddin dan Mudassir Hasri Gani. Namun, saat ini ada riak-rak atau spekulasi muncul dari setiap calon.

Mudassir Hasri Gani menuturkan, adanya riak-riak itu hal biasa. Masalah layak atau tidaknya akan diserahkan ke pemilik suara siapa yang banyak didukung. “Kita lihat nantinya bagaimana hasil Musda,” ujarnya.

Menurut dia, soal tua muda itu bukan persoalan, yang paling penting kemampuan memimpin dan kepercayaan dari pemilik suara.

Ia pun melihat bahwa partai Golkar adalah partai yang kompetitif tidak memandang persoalan usia tersebut.
Apa lagi saat ini kata dia komunikasi dengan seluruh pincam terjalin dengan baik.

“Alhamdulillah dengan pincam masih terjalin dengan baik. insyaallah tetap solid dan sudah ada 6 dari 7 pincam yang mendukung,” tandasnya.

Sedangkan, Ketua Steering Committee (SC) Muh Tahir Ali menyatakan, panitia Musda biasa-biasa saja menyikapi hal-hal beredar itu, buktinya mereka sudah siap menggelar Musda.

Sisa menunggu jadwal dari DPD I karena harus sinkron antara waktu DPD II Barru dengan DPD I karena mereka yang akan membuka. “Jadi kami dari panitia tidak ada masalah sudah siap sebenarnya sisa menunggu jadwal,” ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, ada salah satu calon justru ingin mendikte SC, maka dari itu ia menganggap bahwa ribut. Padahal tidak ada yang ribut dia sendiri yang panas.
“Dia orang Golkar juga internal bahkan Wakil ketua DPD II dia baca juklak juga. Tetapi dia menafsirkan juklak menurut versinya untuk memudahkan dia itukan tidak benar,” katanya.

Sementara, SC menafsirkan sesuai dengan hasil konsultasi dengan DPD I. Karena SC yakin bahwa yang paham betul terkait juklak itu adalah DPD I.
Maka hasil konsultasi itu yang dijalankan oleh SC, sementara calon tersebut memiliki penafsiran berbeda, makanya dia anggap SC tidak benar. Masa SC harus mengikuti persepsinya.

“Kami ini menjalankan sebagaimana mestinya, buktinya calon lain tidak mempermasalahkan. Kan ada dua calon ini, yaitu Mudassir Hasri Gani dan Kamil,” tutup Tahir. (**)