oleh

Mengurangi Resiko PHK Besar-besaran, Ketua AUHM Sambut Positif Aturan Baru PPKM di Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Kota Makassar telah menerbitkan secara resmi perpanjangan PPKM level 4, melalui Surat Edaran (SE) nomor 443.01/413/s.edar/kesbangpol/Vlll/2021, tentang perpanjangan PPKM level 4. SE Perpanjangan PPKM Level 4 ini berlaku sejak Selasa (24/08/2021) dan berakhir pada 6 September mendatang.

Aturan perpanjangan PPKM kali ini pun mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha hiburan malam dan pengusaha mal di Kota Makassar.

Pasalnya, dalam SE perpanjangan PPKM ini, Pemkot Makassar memberi sedikit kelonggaran bagi usaha hiburan malam untuk kembali buka meski tetap dengan jam pembatasan beroperasi hanya hingga pukul 20.00.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Asosiasi Hiburan Malam (AUHM) Zulkanain Ali Naru saat dimintai tanggapan terkait aturan baru PPKM di Kota Makassar.

Ia mengatakan, seluruh pengusaha hiburan malam menanggapi positif kebijakan pemerintah Kota Makassar dengan memberi kelonggaran usaha-usaha hiburan untuk kembali beroperasi.

Menurutnya, meski jam operasional tetap dibatasi dan dianggap masih kurang efektif bagi usaha tertentu seperti Bar/Pub dan Karaoke yang biasanya buka pada pukul 20.00 Wita, tapi setidaknya kebijakan itu bisa menjadi harapan untuk mengurangi resiko PHK besar-besaran bagi para pekerja/karyawan yang sudah sekitar 4 bulan dirumahkan.

“Meski pelonggaran ini kami anggap belum sepenuhnya efektif, khususnya bagi usaha Bar/Pub dan Karaoke, namun setidaknya sudah ada harapan yang baik bagi para pengusaha dan karyawan. Yang efektif itu hanya bagi Karaoke Keluarga, mereka bisa buka dari pagi hingga pukul 20.00 Wita,” jelasnya.

Sementara untuk usaha Bar/Pub dan Karaoke Umum, kata Ali Naru, untuk sementara mungkin sebagian besar masih menutup usahanya, karena pelonggaran batasan jam operasional yang diberikan kurang tepat, soalnya usaha tersebut biasanya buka nanti pukul 20.00 Wita.

“Kalaupun buka dari sore hingga hanya pukul 20.00 Wita tidak bakalan ada pengunjung. Tapi sekali lagi, apapun itu kami tetap bersyukur dan akan mendukung penuh segala atensi Pemkot dalam upaya memutus mata rantai Covid-19,” ungkapnya.

Sebagai upaya ikut memutus mata rantai penularan Covid-19, AUHM juga telah mengagendakan program Vaksinasi bagi karyawan usaha hiburan, kominitas disc jockey (Dj) dan pekerja seni yang dijadwalkan pada September mendatang.

“Dari 3.840 orang, sekarang sudah terdata, sekitar 68 persen karyawan usaha hiburan, komunitas disc jockey (Dj) dan pekerja seni yang sudah divaksin tahap satu dan dua. Makanya, pada September nanti kami menargetkan sisanya atau yang belum di vaksin bisa ikut dalam program vaksinasi tersebut,” pungkasnya.