oleh

Dipercaya Pemprov Sulsel, UMI Siapkan Strategi Kembangkan Tambak Udang Windu

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berikan kepercayaan Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengembangkan budidaya Udang Windu di Kecamatan Lanrisang, Pinrang.

Agar budidaya tersebut berkembang pesat, UMI bersama petani dan komunitas petambak Udang menyiapkan strategi. Lokasi kegiatan ini di kawasan pengembangan budidaya udang windu 1000 hektar ramah lingkungan atau Pandawa-1000 tersebut.

Wakil Rektor V UMI, Prof Hattah Fattah mengatakan selama ini udang windu dianggap habis karena dimangsa oleh ikan kakap. Ikan kakap dipandang sebagai pemangsa atau predator udang windu di tambak.

Makanya digandeng para petambak sekitar untuk bisa diajak kolaborasi. Selain berbagi ide, juga berbagi ilmu dan saling sharing bagaimana kedepan akan dijalankan.

“Ini bisa menghasilkan nilai tambah peningkatan pendapatan masyarakat,” ucap Prof Hattah.

Kata Prof Hatta, dalam Budidaya ini UMI memakai teknologi adaptif. Dikembangkan berbasis pada teknologi budidaya dengan pendekatan ramah lingkungan (ecofriendly). Teknologi ini tanpa residu bahan kimia, pestisida, dan obat-obatan.

“Teknologi adaptif budidaya udang windu ramah lingkungan telah dikembangkan UMI sejak tahun 2007 di Kabupaten Pinrang,” ucapnya.

Dalam teknologi Pandawa 1000, kata Prof Hatta, juga dilakukan pelibatan stakeholder multi helix dari sektor hulu hingga hilir dengan melibatkan 733 orang pembudidaya di Lanrisang dengan target produksi rata-rata 300 kg permusim tanam.

“Kami sudah melakukan Penebaran Benih ini sejak Jumat 20 Agustus lalu,” ucapnya.

Adapun benur yang ditebar pada kawasan untuk 1000 ha tersebut sebanyak 30 juta ekor atau 30 ribu benur per hektar. Benur dipasok dari BBAP Takalar, UPT Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel serta hatchery milik swasta setelah memenuhi standar tertentu.

Terpisah, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengatakan disamping program yang bersifat makro, pihaknya terus mendorong program yang bersifat taktis.

“Kami telah siapkan berbagai program taktis berupa bantuan langsung yang dikerjasamakan PTN dan PTS di Indonesia. Fokusnya jelas membantu produksi untuk kepentingan masyarakat umum dan industri,” jelasnya.

“Kami apresiasi apa dilakukan di UMI, kami tentu mensukseskan program ini. Apa menjadi harapan kegiatan ini sangat mendukung program KKP,” sambung dia. (*)