oleh

Salurkan Bantuan Tanpa Kampanyekan AHY

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ditengah pandemi Covid-19 saat ini sudah di tahun kedua. Hampir semua partai politik (Parpol) melakukan kegiatan kemanusiaan sekaligus mensosialisasikan partainya dan jagoan mereka yang akan bertarung pada Pemilihan Umum (Pemilu) dan Presiden 2024 mendatang.

Tapi berbeda dengan Partai Demokrat yang dilarang mengkampanyekan ketua umum mereka yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Calon Presiden 2024. Kader mereka turun hanya membagikan sembako di situasi pandemi Covid-19 ini.

“Jadi ada surat tertulis yang ditandatangani langsung oleh ketua umum dalam hal ini mas AHY jika ada dua hal yang dia minta yang pertama kader dilarang berbicarakan terkait Pilpres. Kedua diminta kader utama partai Demorkat terutama anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk turun membantu masyarakat saat ini sedang susah karena pandangan pandemi ini,” kata ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah saat ditemui di kantor DPRD Sulsel, Selasa (24/8).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel ini memberikan contoh jika dirinya telah turun langsung menemui masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) yakni kabupaten Pangkep untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan cara memberikan bantuan langsung baik itu berupa uang tunai dan sembako.

“Jadi kemarin ada sekitar 300 paket yang kami bagikan di desa Tabo-tabo, Desa Taraweang, Desa Jagong, dan Desa Tekolabbua. Masyarakat cukup antusias menerima bantuan tersebut,” katanya.

“Jadi kalau tidak bisa banyak biar sedikit yang penting ada bentuk kepedulian kita terhadap situasi yang dihadapi langsung oleh masyarakat,” sambung Ni’matullah.

Bahkan, lanjutnya, tak adanya pembicaraan Pilpres karena masih cukup lama dan yang dihadapi saat ini adalah pandemi Covid-19. “Jadi sejak sepuluh hari lalu seluruh kader bekerja di Dapil mereka masing-masing,” bebernya.

Disinggung adanya larangan berbicara Pilpres pastinya mempengaruhi elektabilitas dan popularitas AHY. Ni’matullah hanya menyebutkan biar rakyat yang menilai partai mana yang sungguh-sungguh prihatin terhadap masyarakat dan partai mana mencari dukungan.

“Biar rakyat yang menilai, seperti apa calon yang akan dia pilih nanti dan saya kira masyarakat saat ini butuh pemimpin yang bisa bekerja dan memiliki arah yang jelas. Saat ini pula belum masuk masa kampanye sehingga kita partai politik bekerja untuk rakyat,” jelas Ni’matullah. (fahC/)