oleh

Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie Dimulai

PAREPARE, RAKSUL – Pemancangan pembangunan masjid terapung BJ Habibie resmi dimulai. Pemancangan tiang pertama dari 300 tiang pancang ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Parepare, Taufan Pawe didampingi Wakilnya, Pangerang Rahim dan seluruh perwakilan unsur Forkopimda, seperti Ketua DPRD, Andi Nurhatina, Ketua Pengadilan Negeri, Khusnul Khatimah, perwakilan Kejaksaan Negeri Parepare, Polres, dan Kodim 1405 Mallusetasi, Rabu, (25/8/2021).

Masjid yang dibangun menggunakan anggaran Dana Insentif Daerah (DID) sebagai reward dari Pemerintah Pusat atas prestasi Pemkot Parepare ini, kini menambah deretan ikon religi setelah prmbangunan Taman Syariah sebagai simbol Parepare Kota Santri dan Ulama.

“Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, dengan hitungan mundur pencanangan pembangunan masjid terapung BJ Habibie dimulai, 5..4..3..2..1… dimulai,” ucap Taufan saat menekan bunyi sirine sebagai tanda dimulainya pemancangan tiang pertama masjid dengan kapasitas seribu jamaah ini.

Diikuti riuhnya tepuk tangan, masjid berlantai 3 ini juga kata Taufan Pawe, akan berdampak pada sektor perekonomian masyarakat Parepare. “Hadirnya masjid terapung yang benar-benar terapung ini memiliki multiplier effect. Kita akan buat space kuliner sehingga dapat menambah perekonomian masyarakat kita,” kata Taufan Pawe.

Baca juga: Wali Kota Parepare Tinjau Pembangunan Awal Masjid Terapung BJ Habibie

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini mengungkapkan, kehadiran masjid terapung itu merupakan suatu bukti bahwa masyarakat Parepare selangkah menuju peradaban yang lebih modern dan religius.

Masjid terapung itu juga menyematkan nama besar BJ Habibie sebagai sosok dan tokoh religius yang lahir dan besar di Kota Parepare sebagai sumber inspirasi Taufan Pawe dalam membangun kota kelahirannya.

“Sosok BJ Habibie memang sosok pribadi yang religius, jadi saya wujudkan sebagai suatu simbol yang Insya Allah termegah di Sulawesi Selatan” ungkap Taufan.

Secara teknis, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Parepare, Samsuddin Taha melaporkan, pembangunan masjid terapung yang dilaksanakan 160 hari kalender, mulai 23 Juli ini ditarget rampung 29 Desember 2021, mendatang.

“Nilai anggaran Rp28 miliar lebih yang bersumber dari Dana Insentif Deerah (DID),” kata Syamsuddin Taha.

Ia menambahkan, masjid terapung itu akan berdiri di atas 300 tiang pancang yang tingginya bervariasi, terletak 85 meter dari tanggul pantai Mattriotasi.

“Masjid Terapung BJ Habibie nantinya akan mampu menampung 1000 jamaah. Di bangunan induk dapat menampung 700 jamaah dan di pelataran masjid dapat menampung 300 jamaah,” beber Syamsuddin Taha yang juga Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Parepare ini. (*)