oleh

Cobaan Jadikan Demokrat Bangkit

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Mayor Inf. Purn. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A atau sering disapa AHY melanjutkan stapet organisasi partai Demokrat. AHY terpilih sebagai secara aklamasi pada saat Kongres V Partai Demokrat di  Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Minggu (15/3/2020) lalu, masa jabatan 2020-2025.

AHY melanjutkan kepemimpinan partai berlambang mercy ini setelah sang Ayah yang juga pendiri partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menyelesaikan masa jabatannya kurang lebih dua periode. AHY terpilih tanpa ada riak-riak dari pengurus DPD dan DPC di 34 Provinsi yang ada di Indonesia.

1. Cobaan Mulai Datang

Tak cukup satu tahun AHY memimpin partai Demokrat, isu kudeta mulai berhembus pada awal bukan Februari 2021 yang dipimpin langsung oleh Jhoni Allen Marbun dengan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB).

Tapi sebagai purnawirawan dari TNI Angkatan Darat yang masih cukup muda,  AHY berdiri tegak tanpa melakukan perlawanan langsung dan hanya membentengi diri dengan cara mensolidkan kader di seluruh DPD dan DPC yang ada, sebagai terbukti jika sebagai besar Demokrat tetap menerima hasil Kongres ke V.

Bahkan dalam pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) tersebut memutuskan dan menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa  di Deli Serdang, Sumatera Utara.

2. Langka Moeldoko CS Kandas

Langkah Moeldoko CS harus kandas di  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (kemenkumham) setelah pemerintah menolak pengurus Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB). Penolakan tersebut dikarenakan beberapa dokumen yang belum dilengkapi yakni mandat dari para ketua pengurus daerah atau Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat.

3. Gangguan Malah Naikan Elektabilitas Parpol dan AHY

Ujian atau gangguan yang diterima oleh AHY dari  Moeldoko CS tak membuat partai Demokrat mengalami penurunan elektabilitas dan popularitas tapi sebaliknya elektabilitas partai Demokrat dan AHY mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan pada akhir Mei, Partai Demokrat berada di posisi keempat dengan elektabilitas 8,4 persen

Hasil tersebut didapat setelah melakukan survei terhadap 1.200 responden melalui telepolling pada 23-28 Mei lalu dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Elektabilitas Demokrat terbilang naik apabila dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019 lalu dengan angka 7,77 persen suara nasional.

Elektabilitas Partai Demokrat sebelumnya juga terlihat meningkat berdasarkan survei Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang dilakukan pada April 2021. Dalam survei, Demokrat berada di posisi kedua, tepat di belakang PDI Perjuangan, dengan elektabilitas 11,3 persen.

4. Masuk 6 Besar Kandidat Capres

Setelah AHY diguncang musibah yang cukup luar, sejumlah lembaga survei pun memasukkan AHY 6 besar sebagai kandidat Calon Presiden 2024 nanti.