oleh

Vaksinasi Siswa Bakal Digenjot

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Program vaksinasi di kalangan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan siwa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali dicanangkan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Penyuntikan vaksin rencananya akan kembali dilakukan pada 6 September mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan, Makassar memperoleh dosis sebanyak 3.500, 2000 di antaranya diperuntukkan untuk SMA sederajat. Sedangkan untuk SMP yang merupakan kewenangan Disdik Makassar memperoleh 1500 dosis.

Vaksin tersebut dijadwalkan tiba 6 September dimana akan disuntikkan di SMP 21 jalan Haji Bau. “Itu nanti sasaran kami (SMP 21) sehingga kami mau programkan lagi karena tersedia vaksinnya 6 september kejasama dengan BIN,” kata Nielma.

Diketahui, hingga saat ini jumlah siswa yang telah divaksin ada sebanyak 1500 siswa di dua SMP, yaitu SMP 40 dan SMP 12, keduanya juga dilaporkan sudah mendapatkan dosis kedua.

Sehingga total realisasi vaksinasi untuk siswa SMP dikalkulasi akan mencapai 3000 setelah vaksinasi 6 September mendatang. Nielma mengatakan vaksinasi siswa SMP di Makassar secara bertahap akan menyasar seluruh siswa. Pihaknya pun berupaya menggenjot hal ini. Hanya saja stok vaksin di Makassar sangat menipis akibat belum adanya drop dari pusat.

Ia melanjutkan pembelajaran tatap muka (PTM) sisa menunggu vaksinasi tersebut rampung, pasalnya untuk guru dilaporkan sudah mencapai 100 %.

Sebelumnya Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi mengharapakan vaksinasi bisa secepatnya rampung, apalagi kasus Covid-19 anak di Indonesia cukup tinggi. “Kita dukung ini apalagi anak-anak kita sudah setahun setengah mereka tidak masuk maka perlu secepatnya divaksin,” katanya.

Dewan Pendidikan Minta PTM Segera Digelar

Ketua Dewan Pendidikan Makassar, Rudianto Lallo meminta agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dapat segera dilakukan. Hal ini tentunya dengan tetap melihat kasus perkembangan Covid-19.

Ia berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Makassar segera berakhir dan pastinya bisa keluar dari zona merah.

“Kalau status PPKM telah dicabut dari level 4 ke 3, sudah bisa dimulai. Lebih cepat lebih baik, karena observasi kita ada penurunan kualitas pendidikan,” katanya.

Menurut Ketua DPRD Kota Makassar tersebut, kualitas pendidikan di Makassar saat ini memang perlu ada atensi dari pemerintah kota. Menurunnya kualitas pendidikan kata dia tidak terlepas dari porses pembelajaran daring yang menyulitkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Selama belajar daring menurut Rudianto, kedisiplinan anak didik dalam mengikuti pembelajaran daring kurang. Belum lagi adanya keterbatasan dalam mengakses teknologi, keterbatasan kuota internet dan lainnya.

“Kelihatan tentunya ada pembeda secara virtual (daring) dengan tatap muka langsung, yang punya banyak kouta tidak masalah ikut. Tapi bagaimana siswa yang tanda petik makan saja susah apalagi beli kouta,” tuturnya.

Lanjut kata dia, dengan pembelajaran sistem daring, para peserta didik cenderung merasa liburan di rumah. Sehingga pelajarannya kurang diperhatikan.

Penurunan kualitas pendidikan kata Rudi juga dapat dilihat dari program cerdas cermat yang digelar Dewan Pendidikan di salah satu stasiun tv milik pemerintah.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan penanggung jawab kegiatan tersebut, ada kemunduran dari segi kualitas. Padahal, cerdas cermat tersebut telah mendatangkan perwakilan dari masing-masing sekolah yang dinilai memiliki kemampuan lebih. Akan tetapi, dari hasil tersebut ditemukan banyak peserta yang kesulitan untuk menjawab.

“Banyak pertanyaan dari dewan juri yang dulu katanya bisa dijawab oleh peserta anak didik kita, sekarang ini susah dijawab. Berarti ini salah satu variabel bagaiman pendidikan kita hari ini,” imbuhnya.

Vaksin Pelajar di Takalar Harus Seizin Orang Tua

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar terus mengebut vaksinasi bagi masyarakat. Tak hanya bagi pelayan publik dan masyarakat lanjut usia (lansia), vaksinasi juga sudah menyasar pada masyarakat usia produktif dan merencanakan segera memberikan vaksin bagi anak-anak.

Hal itu berdasarkan surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang ditujukan kepada Kepala UPT SD dan SMP di Takalar perihal penyampaian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun.

Dalam surat tersebut dijelaskan, berdasarkan surat dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, Nomor: 927/DK/P2PL/VIII/2021, tanggal 19 Agustus 2021 perihal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun, maka disampaikan hal-hal sebagai berikut.

Pertama, pendataan dan kegiatan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat di Puskesmas wilayah terdekat masing-masing sekolah. Kedua, pihak sekolah wajib membuatkan surat persetujuan vaksinasi yang ditandatangi oleh orang tua siswa.

Ketiga, mekanisme skrining, pelaksanaan dan observasi sama seperti vaksinasi usia 18 tahun. Keempat, peserta vaksinasi harus membawa Kartu Keluarga (KK) atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak dan wajib didampingi oleh orang tua. Kelima, pencatatan dalam aplikasi Pcare vaksinasi dimasukkan dalam kelompok remaja.

“Terakhir menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari,” demikian bunyi surat tersebut yang diterima Rakyat Sulsel, yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Drs Irwan, pada 20 Agustus 2021. (*)