oleh

UMKM Sektor Pertanian-Perikanan Jadi Fokus Penyaluran KUR BRI Kanwil Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejalan dengan kebijakan Kantor Pusat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Makassar yang melingkupi wilayah kerja 4 (empat) provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku, terus memperkuat komitmen untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader segmen UMKM di Indonesia. Bukan sekadar ucapan belaka, ini dibuktikan dengan porsi kredit untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Komersial di BRI Kanwil Makassar yang tembus hingga 76,5% pada akhir Juli 2021.

Apabila dirinci, kredit UMKM BRI Kanwil Makassar telah mencapai Rp.46,5 Triliun. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan periode Juli 2020 yang sebesar Rp.41,7 Triliun. Demikian ungkap Regional CEO BRI Makassar, Muh. Fikri Satriawan.

Fikri mengungkapkan BRI akan terus mendorong pemberdayaan UMKM melalui dua cara, yakni yang pertama menaik kelaskan pelaku UMKM dan yang kedua mencari sumber pertumbuhan baru melalui segmen Ultra Mikro. Caranya dengan mengintensifkan edukasi dan pendampingan kepada para pelaku UMKM.

Untuk mendorong UMKM naik kelas serta mendorong pemulihan UMKM, BRI Kanwil Makassar terus melakukan berbagai program pemberdayaan. Hingga 31 Juli 2021, telah dilakukan pendampingan klaster 245 klaster UMKM yg beranggotakan 3.940 pelaku UMKM, pemberdayaan 18 Desa BRILian berdasarkan 4 pilar (Bumdes, Digitalisasi, Inovasi, Sustainability), dan penyaluran KUR kepada lebih dari 760 ribu nasabah.

Dalam hal penyaluran KUR sendiri, selama periode Januari sd. Juli 2021 BRI Kanwil Makassar telah menyalurkan Rp.8.04 Trilyun kepada lebih dari 268 ribu debitur yang tersebar di 4 (empat) provinsi.

Dari total penyaluran tersebut, sebesar Rp.3,07 Trilyun tersalurkan ke Sektor Pertanian dan Rp.309 M ke Sektor Perikanan, sehingga total penyaluran ke Sektor Pertanian & Perikanan adalah sebesar Rp.3,38 T dengan jumlah penerima sebanyak 117.696 Debitur atau 42% dari total penyaluran KUR selama periode dimaksud, lebih tinggi dibanding penyaluran ke sektor perdagangan yang sebelum masa pandemi merupakan sektor yang mendominasi. Hal ini menunjukkan dukungan dan Kontribusi BRI melalui KUR terhadap sektor Pertanian dan Perikanan yang menjadi sektor andalan khususnya di masa pandemi seperti saat sekarang ini.

Memang selama pandemi Covid’19 yang dimulai sejak Maret 2020, tidak menyurutkan BRI untuk semakin meningkatkan kontribusinya ke sektor Pertanian – Perikanan. Oleh karena itu, BRI mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur untuk memberikan ruang akses lebih besar kepada UMKM Pertanian. Upaya itu diantaranya melalui pendekatan tenaga pemasar Mantri kepada Ekosistem Desa. Kedua peningkatan berbagai program pemberdayaan Klaster yang meliuputi literasi dasar, bisnis dan digital. Dari total 245 Klaster binaan, 137 diantaranya Klaster sektor Pertanian-Perikanan yang beranggotakan 2.236 pelaku UMKM.

Pengembangan Klaster Pertanian & Perikanan seperti Klaster Pala di Banda, Klaster Rumput Laut di Bantaeng, Klaster Nelayan Pesisir di Maros, Klaster Paotere di Makassar, Klaster Kopra di Selayar, Klaster Jagung di Bulukumba, dan Klaster Nilam di Konawe (Sultra), menjadi contoh keseriusan BRI mengembangkan sektor Pertanian & Perikanan. (*)