oleh

PKS Incar Adnan dan Theo

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Mesin partai politik (Parpol) terus diperkuat menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Salah satunya dengan menjadikan kepala daerah sebagai kader.

Keberadaan kepala daerah di partai politik memang sangat diperhitungkan. Kehadirannya diyakini mampu mendulang suara di setiap ajang kontestasi pemilihan.

Beberapa kepala daerah di Sulsel yang berstatus non parpol diantaranya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung. Sebelumnya, baik Adnan dan Theo berstatus sebagai kader Golkar namun dikepengurusan Taufan Pawe, keduanya tidak dimasukkan dalam pengurus partai berlambang pohon beringin ini.

Kondisi ini dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan mengincar kedua tokoh tersebut untuk bergabung. “Tentunya kepala daerah yang tidak memiliki afiliasi dengan partai politik tentu kami akan ajak. Seperti Gowa (Adnan), Insya Allah kita ajak. Kemudian Tana Toraja (Theofilus) kita ajak bergabung,” kata ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid, Senin (23/8/2021).

Sebelumnya, Amri Arsyid mengaku rekrutmen Bacaleg PKS sudah hampir rampung di semua daerah pemilihan (Dapil). Mulai tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Kita targetkan akhir Oktober tahun ini sudah selesai. Artinya kandidat caleg di semua Dapil sudah ada. Karena pada bulan November 2021 dan tahun 2022 akan ada pelatihan kepada seluruh kader, khususnya yang akan ikut berkontestasi pada Pileg 2024 nanti,” ujar Amri Arsyid.

Untuk struktur pengurus kata dia 100 persen harus rampung pada akhir tahun ini. Paling cepat akhir November 2021. “Jadi akhir tahun ini kita targetkan 100 persen di tingkat kecamatan dan kelurahan. Jadi kurang lebih 3400 (kader) di akhir tahun ini,” bebernya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sukri Tamma mengatakan, semua parpol menginginkan kepala daerah sebagai kader mereka. Ketika PKS mengincar kedua kepala daerah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pengaruh.

“Tapi yang kita harus ketahui apakah kedua kepala daerah ini (Adnan dan Theo) berniat untuk bergabung dengan PKS. Jika PKS mampu mayakinkan Adnan dan Theo dan bergabung dengan PKS maka itu keberuntungan untuk PKS,” singkat Sukri.

Sementara Pengamat Politik Unhas, Andi Ali Armunanto mengatakan, hal yang wajar ketika partai politik mengincar kepala daerah untuk bergabung. Mengingat kepala bisa mendulang suara. “Jika orang-orang seperti itu (kepala daerah) bergabung, bisa mendorong perolehan suara partai,” katanya.

Menurutnya, kepala daerah merupakan tokoh populer yang memiliki pengaruh besar kepada masyarakat. “Jangkauan politik kepala daerah menjadi harapan besar bagi partai untuk mencari suara,” tuturnya.

Disinggung apakah memungkinkan Adnan dan Theo bergabung, Andi Ali menyebutkan tergantung bargaining dari PKS. “Pasti ada bargainingnya. Apalagi Adnan dan Theo telah menyelesaikan masa jabatanya sebagai bupati dua periode sehingga berpotensi untuk naik kelas apakah sebagai calon gebernur atau wakil gubernur,” pungkasnya. (*)