oleh

Mudassir Gani Harap-harap Cemas Soal Diskresi

BARRU, RAKYATSULSEL.CO – Mudassir Hasri Gani sudah resmi mendaftar sebagai bakal calon ketua DPD II Partai Golkar Barru. Bahkan sudah mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan beberapa waktu lalu. Kini, anak Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani itu menanti tahapan selanjutnya.

Sambil menunggu jadwal Musda, dia mengatakan yang terpenting adalah bisa diberikan surat diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk bisa ikut bertarung di Golkar Barru.

“Beberapa tahapan sudah saya lalui. Mulai pendaftaran berkas hingga uji kelayakan. Saya berharap ada diskresi untuk melengkapi syarat maju di Golkar,” harap Mudassir, saat ditemui Minggu (22/8).

Menurutnya, diskresi adalah hak prerogatif Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto. Oleh karena itu, dirinya selalu berkoordinasi dengan pengurus DPD I Golkar Sulsel untuk bisa mendapat surat sakti itu sebelum Musda berlangsung.

“Jadi, harapan saya sebelum Musda. Ada diskresi, hal ini bisa menjadi kepastian saya menjadi peserta kontestasi Musda,” jelasnya.

Soal dukungan, lanjut Mudassir, dia meyakini mayoritas pemilik suara di tingkat kecamatan memberikan dukungan. Hal ini dibuktikan saat diantarnya mendaftar pada tanggal 1 Agustus lalu.

“Pasti omtimis bisa menjadi ketua, saya juga mengantongi dukungan mayoritas 6 dari 7 pimpinnan kecamatan,” bebernya.

Mudassir mengaku siap mengikuti segala tahapan penjaringan calon ketua Golkar Barru.Dengan mendaftarnya di partai berlambang beringin itu, dia berharap bisa mengembalikan kejayaan partai tersebut di Barru.

“Alasan saya mendaftar di Golkar. Tentu ingin tetap berkomitmen kepada masyarakat Barru untuk selalu hadir dan juga ingin membesarkan partai seperti dahulu,” pungkasnya.

Tercatat ada tiga figur yang bersedia merebut kursi nomor satu Golkar di Barru. Diantaranya Wakil Ketua DPRD Barru Kamil Ruddin, mantan calon bupati Barru Mudassir Hasri Gani, dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Barru Syamsuddin Muhiddin.

Ketua Steering Committee, Muh Tahir Ali menjelaskan, setelah panitia menerima berkas para bakal calon, selanjutnya panitia menggelar verifikasi berkas pada 6 sampai 7 Agustus 2021 lalu.

“Setelah itu kita tunggu waktu DPD I untuk jadwal musda, kita tunggu petunjuk Ketua Golkar Sulsel Bapak Taufan Pawe,” katanya.

Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Barru ini berharap, penjaringan calon ketua Golkar Barru ini akan menghasilkan ketua sesuai harapan seluruh kader, yakni mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Barru.

“Dengan sistem seperti ini, maka terlihat bahwa partai Golkar partai terbuka, partai modern, membuka kesempatan para kader dan non kader. Maka berkompetisilah secara sehat untuk membesarkan dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar,” pungkasnya.

Plt Ketua DPD II Golkar Barru, Andi Ina Kartika, mengatakan, Golkar membuka diri kader dan non kader. Intinya punya niat membesarkan partai.

“Tapi bukan berarti partai Golkar Barru terlambat menggelar musda. Tentu semua tahapan tetap harus dikonsultasikan dengan baik,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi Sulsel ini melanjutkan, siapapun yang hendak maju sebagai kandidat ketua harus punya komitmen membesarkan partai berlambang beringin di Kabupaten Barru ini. “Harus punya niat membawa partai ini menjadi pemenang,” ujarnya.

Partai Golkar di Barru, katanya, saat ini memiliki lima kursi di DPRD Barru. Karena itu kedepan ketua terpilih harus berjuang merebut kembali dominasi golkar di DPRD Barru. “Jangan berpikir memimpin partai ini hanya untuk kendaraan politik,” tegasnya. (***)