oleh

Kunjungan TGUPP Sulawesi Selatan ke HKm Samaturue KPHL Mata Allo

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan lakukan kunjungan ke Hutan Kemasyarakatan (HKm) Samaturue di Desa Pinang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang.

TGUPP yang datang berkunjung diwakili oleh Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut, M.Si, IPU bersama dengan Tim Ahli TGUPP Prof. Dr. Ir. Daud Malamassam, M.Agr., IPU

Kegiatan yang bertujuan untuk mengunjungi HKm Samaturue yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Samaturue dan memberikan saran serta masukan dalam hal pengelolaan HKm ini diterima langsung oleh Kepala KPHL Mata Allo Ir. Muchlis, S.Hut, M.Si,IPM, Kepala Desa Pinang Rusli, Pendamping Perhutanan Sosial  Ardian Halis dan Ketua KTH Samaturue Hermansyah.

Kepala KPHL Mata Allo sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan guna untuk membangun hutan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh TGUPP bersama rombongan, semoga kunjungan ini masih terus berlanjut dan membawa banyak manfaat bagi pembangunan hutan yang berada pada wilayah KPHL Mata Allo. Sehingga Hutan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta hutan dapat lestari” ujar Kepala KPHL Mata Allo.

Senada, Kepala KPHL Mata Allo, Ketua KTH Samaturue senang dengan adanya kunjungan yang dilakukan oleh TGUPP beserta rombongannya. Diharapkan dari kunjungan ini kedepannya KTH Samaturue mendapatkan bantuan alat maupun bantuan yang lainnya dari pemerintah.

“Terdapat 40 ijin PS yang ada diwilayah kerja KPHL Mata Allo dan Alhamdulillah TGUPP Sulawesi Selatan memilih HKm Samaturue untuk dikunjungi. Hal ini merupakan suatu kebanggaan buat kami. Semoga dengan adanya kunjungan ini dapat membuat HKm Samaturue semakin meningkat dan mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah” ungkapnya.

Rombongan TGUPP melakukan diskusi dengan KPHL Mata Allo dan Pengurus KTH Samaturue di Sekretariat KTH Samaturue. Dalam diskusi ini terdapat saran dan masukan yang berguna untuk pengelolaan HKm Samaturue yang disampaikan oleh Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut, M.Si, IPU.

“Ijin mubassir kalau sudah didapatkan tapi tidak dikelola. Pengelola harus memahami hak dan kewajiban sehingga dapat mengelola Hutan Kemasyarakatan dengan Optimal. Pengelolaan harus dibuatkan Rencana kerja seperti RKU (jangka panjang) dan RKT (jangka pendek),” ucapnya.

Harapan kedepan anggota kelompok KTH Samaturue mendapatkan manfaat yang besar dari Hutan Kemasyarakatan sehingga dapat sejahtera.

“Selain anggota kelompok diharapkan juga Hutan Kemasyarakatan dapat bermanfaat buat Desa dengan adanya sumbangan dari KTH Samaturue terhadap pembangunan Desa Pinang,” imbuhnya.

Selain itu Prof. Dr. Ir. Daud Malamassam, M.Agr, IPU juga memberikan nasehat yang penting dalam rangka mengelola Hutan Kemasyarakatan. Sehingga nantinya Hutan Kemasyarakatan Samaturue dapat menyejahterakan masyarakat dan Hutan dapat Lestari dengan Kolaborasi Multipihak.

“Perhutanan Sosial diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan sehingga masyarakat menjadi sejahtera dan hutan tetap lestari,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia sampaikan KTH Samaturue wajib memanfaatkan ijin ini untuk meningkatkan pendapatan tetapi harus menjaga hutan tetap lestari. Dalam mengelola hutan ini membutuhkan dukungan banyak pihak seperti Pemerintah Desa, KPHL Mata Allo, POLHUT, Penyuluh Kehutanan, Pendamping PS, NGO/LSM, TNI,POLRI, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi yang bersinergi dan berkolaborasi. Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera dan Lingkungan yang Aman adalah Inti dari Pembangunan Perhutanan Sosial.

Pada akhir diskusi Kepala Desa Pinang mengucapkan terima kasih atas saran, nasehat dan masukan yang dapat membangun Hutan Kemasyarakatan.

“Terima Kasih banyak atas saran, nasehat dan masukan yang disampaikan oleh bapak-bapak sekalian. Kedepannya kami akan memperbaiki segala kekurangan sehingga saran dan masukan tersebut dapat terwujud serta menciptakan masyarakat kami yang memperoleh pendapatan dari HKm . Semoga bapak tidak hanya sekali berkunjungan dan kami sangat mengharapkan bapak datang kembali ke Desa Kami,” Tutupnya. (****)