oleh

Jaga Lingkungan di Era Pandemi, Pembagian Kantung dan Sosialisasi Mengenai Pentingnya Mengurangi Sampah Plastik

PANDEMI Covid-19 yang telah menghantui Indonesia lebih dari satu tahun terakhir memberikan dampak yang sangat besar kepada seluruh manusia tak terkecuali lingkungan.

Selain virus yang menggerogoti tubuh, pandemi ini juga membuat lingkungan makin sengsara, hal ini dikarenakan seiring berjalannya waktu, masyarakat cenderung mementingkan diri sendiri tanpa melihat dampak lainnya.

Kantung plastik sekali pakai digunakan banyak orang untuk berbagai macam kepentingan karena dianggap praktis. Namun, hal ini tentu membawa dampak buruk bagi lingkungan hingga kesehatan individu. Kantung plastik sekali pakai yang digunakan akan menjadi sampah yang dibuang di mana saja dan berakhir di lautan, masuk menjadi sampah laut yang mengotori, membahayakan biota, dan mencemari laut.

Selain itu plastik yang tidak dapat terurai ini kemudian terpecah-pecah menjadi mikroplastik yang kemudian termakan oleh biota-biota laut seperti ikan yang dapat menyebabkan gangguan hingga kerusakan pada system jaringan ikan, dan titik akhirnya berada pada saat manusia mengonsumsi ikan ataupun biota laut tersebut, mikroplastik juga akan termakan dan membawa berbagai dampak buruk.

Menurut penelitian dari Departemen Perikanan dan Akuakultur FAO, beberapa bahaya mikroplastik, diantaranya mengganggu sistem endoktrin, mengganggu kekebalan tubuh dan stres oksidatif serta perubahan DNA.

Oleh karena itu, menurut penulis sebagai peserta KKN Unhas Gelombang 106 Wilayah Kerja Manggala 3, kesadaran masyarakat mengenai hal ini sangat penting demi menjaga lingkungan dan kesehatan khususnya di era pandemi Covid-19 ini. (*)

OLEH: Rusyda Qadriani Ruslan
Peserta KKN Unhas Gel 106 Ilmu Kelautan Angkatan 2018