oleh

Analisis Pilkada Bantaeng 2024, Petahana di Atas Angin, Klan NA Kuda Hitam

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Gerbang masuk ke arena Pilkada Bantaeng 2024 memang masih terbilang jauh. Namun sejumlah figur mulai pasang kuda-kuda menjadi orang nomor satu di Butta Toa.

Pasangan petahana, Ilhamsyah Azikin dan Sahabuddin tentu masih jadi terdepan. Hubungan harmonis keduanya selama memimpin Bantaeng bukan tidak mungkin berlanjut di periode kedua.

Figur yang bisa menjadi lawan berat petahana muncul dari keluarga Nurdin Abdullah. Putra NA yakni M Fathul Fauzi Nurdin (Uji’) dan menantu NA, Meyrza Farid Arman yang kini menjadi Ketua Golkar Bantaeng sangat patut diperhitungkan.

Kandidat lain tentunya Hj Andi Sugiarti Mangun Karim. Andi Ugi (sapaan Hj Andi Sugiarti Mangun Karim), saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi PPP. Srikandi PPP ini sudah dua kali ikut Pilkada Bupati Bantaeng.

Manager Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam mengatakan, Bupati Ilham Azikin dan wakilnya Sahabuddin begitu mengedepankan karakter kepemimpinan yang humanis, religius dan berfokus pada peningkatan sumber daya manusia. “Karakter itu sangat relevan dengan kultur sosial yang tumbuh dalam diri masyarakat Bantaeng,” katanya.

Ia menilai pasangan Ilham Azikin dan Sahabuddin mampu merealisasikan program dan janji-janji politiknya di Pilkada yang lalu. “Maka tentu akan memudahkan keduanya dalam menapaki etalase kontestasi di Pilkada Bantaeng yang akan datang,” ujarnya.

Di samping itu, baik Ilham Azikin maupun Sahabuddin akan menuai tantangan tersendiri. Pasalnya, akhir masa jabatan (AMJ) Bupati Ilham Azikin dan wakilnya Sahabuddin akan berakhir pada tahun 2023. “Keduanya akan kehilangan kendali di pemerintahan. Kekosongan kepemimpinan akan diambil alih oleh seorang Penjabat (Pj) Bupati,” ujarnya.

Selain Ilham Azikin dan Sahabuddin, figur lama seperti Andi Sugiarti Mangun Karim memiliki peluang besar untuk kembali menjadi penantang. “Apalagi parpol yang dinaunginya yakni PPP meraih kursi terbanyak di DPRD Bantaeng pada Pileg 2019,” ucapnya.

Sementara figur representatif dari klan keluarga Nurdin Abdullah (NA) juga menarik untuk dinantikan. Mengingat kekuatan politik keluarga NA tak boleh dipandang sebelah mata.

“Putra NA, M Fathul Fauzi Nurdin kini berstatus kader PDIP dan menantu NA, Meyrza Farid Arman yang menjabat sebagai Ketua Golkar Bantaeng, keduanya punya potensi untuk tampil dalam arena kontestasi politik lokal di Bantaeng,” tutupnya.

Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan menyebutkan jika partai berlambang Kabba ini pastinya akan mengutamakan kader untuk didorong pada Pilkada 2024 nanti. “Saat ini masih dinamis, tapi kami di PPP pastinya akan mengutamakan kader,” katanya.

“Yang paling utama sebelum Pilkada, DPW meminta DPC untuk fokus Pileg dulu setelah itu baru kita bahas Pilkada yang pastinya PPP akan mengutamakan kader di beberapa daerah terutama di Banteng,” jelasnya.

Wakil Sekretaris Bidang Publik Golkar Sulsel, Zulham Arief mengatakan setiap partai pasti mengingunkan kemenangan. Menurutnya, Golkar Bantaeng dibawa nahkoda Meyrza Farid Arman akan membawa angin segar. “Saya kira beliau (Meyrza Farid Arman) orangnya masih muda dan dia juga keluarga dari Nurdin Abdullah,” katanya.

Ia menyebutkan Meyrza Farid Arman salah satu kader yang akan didorong pada Pilkada Bantaeng dan DPD I Golkar Sulsel telah memerintah agar menantu NA itu melakukan sosialisasi sejak dini. “Meyrza Farid sudah bergerak dengan memberikan bantuan kepada masyarakat. Dan dalam waktu dekat ini kita juga akan melakukan konsolidasi,” ujarnya.

Disinggung dua periode ini Golkar tidak pernah menjadi pemenang Pemilu, bahkan Pileg 2019 kursi Golkar mengalami penurunan dari tiga kursi menjadi dua kursi. Zulham menyebutkan itu tugas dari Meyrza Farid Arman bagaimana Golkar bisa merebut kursi pimpinan DPRD yang kini dimiliki PPP. “Jadi itu misi awal kita menang di Pileg,” tegasnya. (*)