oleh

Tak Mampu Lakukan Ini, Lurah di Makassar Siap-siap Dicopot

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto terus melakukan upaya pengendalian covid-19 hingga tingkat RT/RW di setiap kelurahan. Dirinya tak segan-segan memberikan sanksi tegas ke pejabat yang tidak mendukung, termasuk lurah.

Kata dia, pihaknya sudah perintahkan lurah dan hal ini menjadi asesment terakhir bagi mereka. Yakni, membawa atau memisahkan orang sakit dan orang sehat cukup 1 orang perhari di wilayah masing-masing setiap kelurahan untuk dibawa ke Isolasi Apung.

“Baru empat lurah yang melaksanakan ini. Memang lurah ini agak berat karena tidak mampu melakukan komunikasi dengan masyarakat,” ucap Danny, Minggu (22/8).

Cara ini, sambung Danny, akan menjadi ajang seleksi untuk mencari pejabat lurah, termasuk camat. Siapapun yang ingin menjadi lurah atau camat harus melakukan metode pemisahan orang sakit dan orang sehat ini.

“Kan, intinya lurah itu penguasa wilayah. Dia harus tahu orang perorang dan mampu berkomunikasi dengan semua orang termasuk menyakinkan orang perorang. Kalau tidak bisa, tidak usah jadi lurah,” jelasnya.

Danny tegaskan kinerja lurah belum mampu komunikasi dengan masyarakat terkait pengendalian Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini.

“Lurah ini memang tidak kerja maksimal, nama yang OTG atau terkonfirmasi kan sudah ada, kenapa tidak maksimalkan itu untuk perbaiki tracing,” katanya. (*)