oleh

Mengenal Lebih Dekat, Prof Farida “Anak Desa” Calon Rektor Unhas, Miliki Segudang Pengalaman

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Lahir dan besar di desa tak menyurutkan cita-cita setiap orang untuk menatap masa depan yang gemilang.

Dari banyaknya kisah inspiratif, mereka yang sukses kebanyakan justru bukan dari orang-orang hebat yang tinggal serba berkecukupan di kota metropolitan, tapi justru dari desa yang tingkat ekonomi dan kesejahteraannya biasa saja.

Hal ini kini dilalui oleh salah satu guru besar yang kini menduduki jabatan tinggi strategis pada kampus Ternama di kawasan Timur Indonesia. Dia adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-Unhas) Makassar, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.

Tidak banyak yang tahu, bahwa Guru Besar bidang Hukum Agraria ini lahir dari keluarga sederhana. Bahkan sejak kecil mengabiskan waktu di pedesaan yakni Pattirobajo, sebuah desa di wilayah Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saya sejak kecil dibesarkan di desa Pattirobajo, dilingkungan keluarga yang sangat sederhana,tapi bisa gapai impian seperti sekarang,” ujar Farida, Minggu (22/8).

Sejak kecil anak bungsu dari tiga bersaudara itu memiliki cita-cita sebagai seorang polisi. Namun, ketika pada masa SMA kemudian memiliki keinginan menjadi seorang Insinyur (Ir) Teknik.

Keinginan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi merupakan impian setiap orang. Termasuk Ida sapaan akrab Prof. Farida. Meskipun, kadangkala biaya pendidikan yang tinggi dan sulit terjangkau menjadi tantangan bagi keluarga.

Ketekunan dan tekad yang kuat selalu dimilikinya ketika melewati jenjang SD dan SMP di Sibulue, kemudian SMA di Watampone. Setelah itu ia melanjutkan kuliah di Universitas Hasanuddin dengan pilihan berbeda. Bahkan jurusan pertama yang dipilih adalah fakultas teknik. Akan tetapi takdir berpihak lain. Pilihan ketiga yakni Fakultas Hukum menjadi pelabuhan terakhirnya ia lulus.

“Saya anak kampung mecoba menerobos ke kota. Dengan tekad kuat dan sejuta impian,” tuturnya.

Prof. Farida sejak kecil selalu mengikuti pesan dan nasihat orang tuanya. Lahir dari kelurga sederhana, namun selalu bahagia dengan apa yang dia alami. Oleh orang tuanya, Farida sejak kecil diharapkan menjadi seorang guru. Kini ia menjadi tenaga pengajar (Dosen) yang menyandang guru besar di Perguruan Tinggi Negeri.

Hobinya adalah olahraga. Dia juga sejak kecil menghabiskan waktu aktivitas dengan kegiatan sosial. Mulai dari kegiatan kemasyarakatan hingga kegiatan pramuka. Setiap kegiatan selalu tampil menjadi panutan bagi teman-temanya.

Berkat usaha dan kegigihannya belajar saat di bangku SD hingga SMA serta semangat untuk bisa membahagiakan kedua orangtuanya, akhirnya Farida berhasil menembus benteng rintangan.

“Suasana kebatinan, membuat saya selalu mengenang pesan-pesan bijak dari mendiang orang tua saya. Jujur, jaga dirimu, komitmen dan tau diri. Ini selalu saya jaga, hingga saat ini” kenang Prof. Farida.