oleh

Kasus Fluktuatif, Bupati Indah Perpanjang PPKM Level III

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.CO – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III hingga 23 Agustus, mendatang.

Perpanjangan ini tercantum dalam Surat Edaran Bupati Nomor: 360/207/BPBD/VIII/2021 tentang Perpanjangan Penerapan PPKM Level III Tahap IV dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 Tingkat Desa/Kelurahan Sebagai Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Luwu Utara.

Sejak PPKM Level III diterapkan di Kabupaten Luwu Utara pada 21 Juli 2021 lalu, perpanjangan kali ini sudah keempat kalinya. Setiap pekan, penerapan PPKM Level III dievaluasi melihat perkembangan kasus harian Covid-19.

“Sama seperti kemarin, perpanjangan PPKM Level III ini karena kasus harian Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara masih saja tinggi. Bahkan trennya meningkat,” tegas Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Jumat (20/8).

Berdasarkan data terbaru Satgas Covid-19, pada Kamis 19 Agustus 2021 terdapat pertambahan kasus positif sebanyak 57 kasus, dan dua orang meninggal dunia. Meski begitu, terdapat 41 orang yang dinyatakan sembuh.

Total kasus keseluruhan di Kabupaten Luwu Utara saat ini sudah mencapai 2.903 kasus. Rinciannya, 2.363 pasien sembuh, 91 meninggal dunia, dan 449 orang isolasi dan dirawat.

Kata Indah, tidak banyak yang berubah dari edaran PPKM kali ini. Penanganan Covid-19 masih tetap memprioritaskan dari hulu ke hilir. Tentu dengan memaksimalkan relawan Covid-19 yang ada di desa dan kelurahan untuk melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis.

Indah juga meminta camat tetap mengoptimalkan pelaksanaan fungsi posko Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Para camat juga harus melibatkan semua unsur seperti Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satgas Covid-19, dan relawan Covid-19.

Adapun fungsi yang melekat pada posko Covid-19, lanjut Indah adalah fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

“Sosialisasi penegakan protokol kesehatan 5M menjadi hal yang wajib dilakukan secara masif. Bahkan harus diintensifkan sampai di tingkat RT/RW untuk memudahkan melakukan penanganan dan pencegahan,” tambahnya.