oleh

Vaksinasi di Pipo, Ketua YABBM Apresiasi OJK Regional 6 Sulampua

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pelaksanaan vaksinasi di Mal Phinisi Point (Pipo) kembali berlanjut. Tepat di momen HUT Kemerdekaan ke-76 tahun, para peserta memakai pakaian merah putih.

Program vaksinasi massal ini dilaksanakan Jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua bersama PHRI (Perhimpunan Hotel Republik Indonesia) Sulsel, IHGMA (Indonesian Hotel General Manager) Sulsel dan Yayasan Anak Bangsa Berakhlak Mulia (YABBM).

Diketahui, kegiatan ini sempat terhenti lantaran ketersediaan vaksin habis. Hanya saja, dengan bantuan OJK yang menyuplai vaksin sehingga pelaksanaan vaksinasi massal kembali digelar oleh OJK, PHRI, IHGMA dan YABBM.

Ketua YABBM, Ariella Hana Sinjaya menyampaikan, Kegiatan vaksinasi hari ini agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Karena seluruh Vaksinator mengenakan pakaian merah putih dan sebagian besar warga yang datang juga mengenakan pakaian bernuansa merah putih dan nuansa kebangsaan.

“Vaksinasi hari ini bukan yang pertama dilakukan, tetap kami bersama PHRI, IGHMA, YABBM telah melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat umum sejak beberapa bukan yang lalu,” ujar Ariella Hana Sinjaya, Rabu (18/8).

Kata Ariella Hana Sinjaya, pelaksanaan ini sempat tersendat karena stok vaksin habis. Untungnya, OJK regional 6 Sulampua membantu dengan menyuplai vaksin. Atas dasar itu, dirinya mengapresiasi OJK.

“Jadi kami sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh Bapak Kepala OJK yang juga hadir dalam acara seremonial kemerdekaan ini,” tutur Ariella Hana Sinjaya.

Terpisah, Ketua OJK Regional 6 Sulampua, Moh Nurdin Subandi mengatakan program wisata vaksin ini guna menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan prokes yang ketat sehingga perekonomian bisa bergerak kembali.

“Dengan semangat proklamasi hendaknya menjadi penyemangat untuk bersatu memuntuskan covid di tanah air yang kita cinta ini agar kemerdekaan bisa kita raih dan kita semua jadi pemenang menuju hidup normal baru,” papar Nurdin. (*)