oleh

Legislator Dukung Danny Tutup Lego-lego

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kawasan kuliner Lego-lego yang terletak di lahan reklamasi Center Point of Indonesia (CPI) Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, ditutup oleh Pemkot Makassar karena dianggap melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir mendukung langkah Pemkot Makassar yang telah bertindak tegas menutup Lego-lego.

“Kebijakan itu tidak boleh pemberlakuan khusus. Kalau lego-lego berpotensi menjadi tempat berkerumunan orang harus ditutup dong,” ujarnya, Selasa (17/8).

Wahab menilai, langkah Pemkot sudah sangat baik karena tidak melakukan tebang pilih. “Iya aturan itu berlaku untuk semua orang tidak parsial. Saya mendukung langkah Pemkot untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan,” ujar politisi senior Golkar itu.

Jika di kemudian hari pengusaha di lego-lego kembali bandel dengan membuka usahanya, maka DPRD Makassar akan meminta lagi ke Pemkot untuk menutupnya. Hal tersebut sebagai langkah dalam menegakkan aturan tanpa tebang pilih.

“Kalau bandel ditutup lagi. Negara tidak boleh kalah sama orang bandel. Kalau dibuka lagi kita dorong lagi pemkot untuk tutup. Tidak boleh tebang pilih. Aturan tidak boleh lihat orang,” tegas Wahab.

Hal senada diungkapkan oleh, Anggota Komisi D DPRD Makassar Irwan Djafar. Ia juga mendukung langkah Pemkot Makassar dalam menutup Lego-lego atas dasar pelanggaran terhadap aturan.

“Itu kan tidak mungkin ditutup kalau tidak ada indikator pelanggaran. Masyarakat jangan menilai kalau pemerintah tendensius. Jadi kalau ditutupnya itu karena ada pelanggarannya,” ujarnya.

Bagi legislator NasDem itu, penutupan lego-lego adalah hal biasa saja. Karena selama ini, Pemkot Makassar juga sudah bertindak tegas dengan lini usaha lain karena melanggar aturan.

“Jadi mindsetnya kita kan ini biasa saja. Maupun lego-lego tidak ada urusan. Holywings ditutup juga karena melanggar. Jadi kuncinya karena ada pelanggaran sehingga ditutup. Apalagi kan sudah diberi peringatan,” ujarnya. (**)