oleh

Serdik Sespimmen 61 Bersama IJTI Sulsel Salurkan Ratusan Paket Bantuan ke Lepping

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Angkatan 61 bersama Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Sulsel salurkan bantuan ke Kampung Lepping, Kelurahan Jongaya, Tamalate, Selasa (17/8).

Aksi sosial itu dilaksanakan tepat di hari perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 tahun.

Ketua IJTI Pengda Sulsel, Andi Muhammad Sardi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang sosial dan kesejahtraan IJTI Pengda Sulsel. Ada 350 paket sembako ke korban kebakaran di kampung Lepping.

Ratusan paket bantuan ini berisi kebutuhan pokok dan obat obatan berupa vitamin, serta hand sanitizer dan masker, mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid 19.

“Karena ini masih dalam pandemi, kita fokus memberikan bantuan seperti Masker, vitamin dan kebutuhan pokok lainnya. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban penderitaan bagi warga yang menjadi korban kebakaran,” ungkap Sardi.

Terpisah, Perwakilan Serdik Sespimmen Angkatan 61 Kompol Diari Astetika mengatakan, kegiatan sosial ini menindak lanjuti edaran Kapolri dan merupakan program bakti sosial peduli sekaligus mengisi Hari Kemerdekaan Indonesia.

“Kami melakukan bakti sosial dalam hal ini bekerjasama dengan rekan IJTI untuk menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di muh tahir karena masa pandemi kita turut merasakan kesusahan warga yang terdampak,” jelas Diari.

Kata dia, kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Siswa Sespimmem Angkatan 61 ini tidak hanya hari ini saja, namun kegiatan kegiatan bakti sosial juga terus dilakukan. Misalnya baksos di Pondok Tahfidz Quraan di Kecamatan Bontoala, Kabupaten Gowa.

“Disana kami bantu pembangunan. Ada juga di Yayasan Dakwa Sunnah Makassar di jalan Hertasning itu kita bantu perlengkapan buku, meja belajar dan laptop untuk guru dan murid disana,” ungkapnya.

Diketahui, kebakaran hebat terjadi di Kampung Lepping, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (11/8) lalu. Di mana sebanyak 110 rumah yang dilahap si jago merah, 95 rumah habis terbakar, sementara 15 lainnya hanya terdampak atau mengalami kerusakan. (*)