oleh

LLDIKTI WIlayah IX Sultan Batara Peringati HUT RI ke-76 secara Virtual

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-76, LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultan Batara) menyelenggarakan acara yang dikemas secara virtual, Selasa (17/8).

Kegiatan yang dimulai pukul 09:30 WITA tersebut dihadiri lebih dari 650 orang peserta yang terdiri dari pegawai LLDIKTI, Dosen DPK serta Ketua Yayasan dan Pimpinan PTS dari 3 provinsi dalam lingkup LLDIKTI Wilayah IX. Acara ini dirangkaikan pula dengan mengikuti Upacara Bendera yang ditayangkan langsung dari Istana Merdeka.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof Jasruddin menyampaikan bangsa kita saat ini tidak hanya diuji dengan pandemi Covid. Namun, juga diuji dengan benih-benih pemisahan dan upaya meletakkan perbedaan daripada persamaan di antara kita.

“Oleh sebab itu, mari kita semua yang berada di dunia pendididikan menjadi pelopor utama dan menjadi garda terdepan untuk memegang teguh semangat kebangsaan kita,” ujar Prof Jasruddin.

“Yang kita perlu lakukan saat ini adalah mengedepankan kebersamaan dan menghilangkan perbedaan. Tonjolkan rasa saling memaafkan dibandingkan rasa dendam dan sakit hati di diri kita masing-masing,” tambahnya.

Selain menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya X, XX, dan XXX tahun untuk PNS dan Dosen DPK di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun, pada kesempatan kali ini Kepala LLDIKTI Wilayah IX juga menyerahkan penghargaan kepada Dosen Tetap Yayasan (Non PNS) yang telah mengabdi selama minimal 20 tahun dan 30 tahun kepada 468 orang dosen dari 52 PTS.

Kepala LLDIKTI juga memberikan penghargaan kepada unsur masyarakat yang dinilai telah berkontribusi pada pengembangan dunia pendidikan tinggi, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat.

“Penghargaan ini kami berikan kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan berupaya terus menerus mengembangkan perguruan tinggi di tengah pandemi, untuk mempersiapkan generasi muda kita menjadi generasi muda yang unggul, generasi emas 2045,” ujarnya.

Adapun penerima penghargaan LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara dalam rangka HUT RI ke-76, adalah sebagai berikut. Diantaranya, KELOMPOK MASYARAKAT PEDULI PENDIDIKAN yakni Persyarikatan Muhammadiyah dan Yayasan Pendidikan Soroako.

TOKOH PEDULI PENDIDIKAN DARI UNSUR BADAN PENYELENGGARA. Mereka masing-masing Fatimah Kalla Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali, Aksa Mahmud (Pendiri Yayasan Aksa Mahmud), Alwi Hamu (Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Fajar).

Lalu, Mubyl Handaling (Pendiri Yayasan Pendidikan Nobel), Mokhtar Noer Jaya (Ketua Yayasan Waqaf UMI), Alimuddin (Pembina Yayasan Pendidikan Islam Megarezky), Lita Limpo (Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Atma Jaya).

Kemudian, Fatimah Masiyem (Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Cokroaminoto Palopo), Litha Brent, (Ketua Yayasan UKI Paulus Makassar), Nurhaeni (Ketua Yayasan Pendidikan Kurnia Jaya Persada), Rahim Munir Said (Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo).

Jamaluddin Bata Ilyas (Ketua Yayasan Bata Ilyas), Sudarmanto Saeka (Ketua Dewan Pembina dan Penyantun Yayasan STIE 66 Kendari), Ahmad Taufan (Ketua Yayasan Tanratu Pattanabali), Arief Mattemmu, SE, M.Kes (Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Fadillah Mamuju), Sahibuddin A. Gani (Ketua Yayasan Al Marisah Madani).

TOKOH PEDULI PENDIDIKAN DARI UNSUR PIMPINAN PERGURUAN TINGGI. Mereka masing-masing Muhammad Saleh Pallu (Rektor Universitas Bosowa), Prof Basri Modding (Rektor Universitas Muslim Indonesia).

Lalu, Mashur Razak (Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia),Prof Agus Salim (Rektor Universitas Kristen Paulus Makassar), Nasir (Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare), Prof Ambo Asse (Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar), Muliyadi Hamid, (Rektor Universitas Fajar).

Muh Akmal Ibrahim (Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Makassar), Chuduriah Sahabuddin ( Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), Prof Andi Bahrun (Rektor Universitas Sulawesi Tenggara), Andi Majdah M Zain (Rektor Universitas Islam Makassar), Tasnim (Rektor Universitas Mandala Waluya). (*)