oleh

Sosialisasi Pilpres Belum Tepat di Tengah Pandemi Covid-19

MAKASSAR, RAYATSULSEL.CO – Hasil survei dua lembaga memberi kejutan dengan soal figur maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Dua lembaga itu adalah Indonesian Political Opinion (IPO) dan Charta Politika.

Di survei IPO, menempatkan Anies Baswedan di posisi teratas dengan tingkat keterpilihan, yakni 18,7%. Ganjar ada di posisi runner up dengan elektabilitas 16,5%.

Yang mengejutkan, hasil survei lembaga ini menempatkan Prabowo Subianto di urutan 5 di bawah Sandiaga Uno dan Agus Harimurti. Prabowo berada pada tingkat keterpilihan 7%.

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin menegaskan, ppihaknya belum bergerak memasang baliho atau sosialisasi Prabowo di Sulsel atau daerah lainya

Menurutnya, musim pandemi saat ini, Gerindra tidak mengikuti langkah itu, dengan menyebut tidak elok sosialiasi capres di masa pandemi covid-19.

“Tidak elok berbicara Pilpres sementara negara kita kondisi seperti ini. Artinya akan ada waktu yang tepat untuk kita maju,” ujarnya, Minggu (15/8).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provionsi Sulsel itu menambahkan, kalau rakyat berkehendak. Maka Gerindra akan mendorong Prabowo bertarung kembali di 2024.

“Kalau rakyat Indonesia menginginkan, pasti Gerindra akan mendorong Pak Prabowo untuk capres,” jelas mantan ketua OKK DPD Gerindra Sulsel itu.

Darmawangsyah mengemukakan, saat ini belum ada perintah dari DPP Gerindra untuk memasang gambar dari Prabowo Subianto. Pihaknya ingin memberikan ruang kepada Prabowo untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

“Beliau lagi mengemban tugas sebagai Menhan, tentu tidak seperti yang kemarin. Kalau kemarin kan beliau hanya sebagai Ketum Gerindra kita tidak punya beban,” ungkapnya.

Meski begitu, Darmawangsa menyebut hak setiap parpol untuk mengusung capresnya saat ini. Namun, Gerindra tidak ingin ikut-ikutan dengan alasan masih banyak hal yang lebih penting untuk diselesaikan, seperti soal masalah pandemi.
“Itu hak setiap orang. Kita tidak mengatakan itu bagus dan tidak bagus, itu silahkan masing-masing punya strategi sendiri,” ucapnya.

Selain alasan di atas, Darmawangsa menyebut tidak perlu memasang gambar Prabowo di setiap daerah di Sulsel, lantaran Prabowo sudah dikenal oleh masyarakat.

“Artinya Pak Prabowo sudah dikenal, tetapi posisinya untuk sosialisasi Capres belum ada perintah, kalau ada perintah insya Allah. Ini masih jauh,” pungkasnya.
Diketahui, Awal bulan Agustus lalu, hasil survei dua lembaga memberi kejutan dengan menempatkan Anies Baswedan unggul atas Prabowo Subianto. Anies saling salip dengan Ganjar Pranowo. (***)