oleh

Pesantren Virtual, Ketua Pembina YW UMI Bahas Komitmen jadi Bagian UMI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pekan Pesantren Virtual Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berlanjut. Kegiatan yang diikuti 350 peserta ini dilakukan secara virtual, Senin (16/8).

Pada kesempatan ini, Ketua Pembina Yayasan Wakaf (YW) UMI, Prof Mansyur Ramly menjadi pembicara. Tema yang dibahas mengenai komitmen terkait ke-UMI-an atau bisa disebut komitmen menjadi bagian dari UMI.

Prof Mansyur memaparkan banyak hal soal keunggulan UMI. Apalagi berkaitan dengan kondisi saat ini. Kata dia, penanaman komitmen dan pembentukan karakter di UMI dilakukan lewat proses habituasi yang panjang.

Salah satunya, lewat pendidikan berbasis pesantren di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin Padanglampe UMI. Komitmen kelembagaan atau orientasi pengelolaan, Komitmen moral atau karakteristik individual.

Kemudian, komitmen peningkatan skill dan kinerja atau upaya individual dan kollektif, Komitmen etos kerja profesional islami atau achievement motivation.

“Kemandirian mahasiswa dan komitmen meraih cita-cita di masa depan perlu. Karena segala sesuatu butuh ketekunan dan kerja keras,” papar Prof Mansyur.

Sambung mantan Rektor UMI ini, kemandirian diartikan sebagai sikap atau perilaku dan mental yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, benar, dan bermanfaat.

Melakukan segala sesuatu dengan jujur dan benar. Belajar penuh kemandirian, ketekunan dan kerenda hati.  Kita akan tanamkan ini agar kerakter baik dalam mengahadapi masa depan penuh persaingan,” jelasnya. (*)