oleh

Waspada Klaster 17 Agustus

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang jatuh pada tanggal 17 Agustus sering diisi dengan berbagai perlombaan.

Namun seiring kasus Covid-19 yang belum berakhir dan dikhawatirkan jadi klaster baru. Maka perlombaan Agustus mendatang perlu jadi perhatian khusus.

Wali kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengimbau kepada masyarakat agar perayaan 17 Agustus 2021 di Kota Makassar tak dilakukan dalam bentuk kemeriahan. Hal ini dikarenkan suasana Covid-19 serta masih berlangsungnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Jadi, 17 Agustus kali ini tak ada euforia. Mengingat masih berlaku PPKM level IV di Makassar,” jelas Danny.

Adapun upacara pengibaran Berdera Sangsaka Merah Putih dilakukan jajaran Pemkot Makassar di Anjungan Pantai Losari dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Diantaranya peserta dibatasi 50 orang.

Alasan dipilih anjungan losari sebagai area pengibar bendera karena lokasi strategis. Juga menghindari kerumunan bagi masyarakat umum. “Jadi, lokasi di Pantai Losari, guna menghindari kerumunan berdampak pada kenaikan Covid-19,” jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muhammad Ansar mengatakan, awalnya Pemerintah Kota Makassar berencana menggelar pelaksanaan upacara dalam rangka HUT RI ke 76 pada 17 Agustus 2021 mendatang di Lapangan Karebosi. Akan tetapi dipindahkan.

“Sudah ada surat edaran dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan upacara 17 Agustus 2021, kita terima dari pemerintah pusat. Selain itu, jumlah peserta upacara akan dibatasi maksimal 50 orang termasuk tamu undangan,” jelasnya.

Ansar menambahkan, proses upacara 17-an Kota Makassar ini nantinya dapat disaksikan secara virtual. “Tidak semua SKPD kita ikuti. SKPD lain bisa di lihat melalui virtual,” ucapnya.

Anshar menjelaskan, pihaknya sudah mengikuti pengarahan dari pusat yang menyebutkan jika perayaan HUT Indonesia hanya dilaksanakan dengan menggelar upacara bendera saja. “Dalam kondisi seperti ini, perayaan kemerdekaan hanya dilakukan dengan upacara bendera. Itupun dengan peserta yang sangat terbatas,” ungkap Ansar.

Dia mengatakan, perayaan Kemerdekaan yang biasa dimeriahkan dengan menggelar berbagai macam perlombaan ditiadakan. Termasuk Pesta Rakyat yang rutin dilakukan hampir seluruh RW di Kota Makassar, tidak dilaksanakan.

Kondisi Makassar dengan tingkat penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi, bahkan masih berada di zona merah menjadi alasan. Warga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan, utamanya 5M secara ketat.

“Kita kan diperintahkan untuk menaati protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas,” tegas Ansar.

Terpisah, Ketua Panitia HUT RI Pemprov Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo menyebut, larangan ini sudah disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ke tiap daerah. Apalagi kasus Covid-19 di Sulsel tergolong tinggi.

“Jadi ditiadakan (lomba) sesuai petunjuk Mensesneg kita jaga masyarakat, kita lakukan upacara secara sederhana khidmat,” katanya, Jumat (13/8/2021).

Larangan ini sudah diberitahukan ke 24 Kabupaten Kota di Sulsel. Selain itu diberikan pula panduan tata cara melaksanakan upacara HUT RI dengan protokol kesehatan.

“Dengan PPKM ini pasti semua masyarakat kita sudah paham. Kita juga sudah sampaikan tata cara pelaksanaan 17 Agustus tidak melaksanakan lomba. Upacara juga digelar sederhana,” jelasnya.

Larangan tersebut dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang dituangkan dalam Surat Edaran bernomor 0031/4297/SJ03 tentang Pedoman Teknis Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021.

“Tidak mengadakan perlombaan yang berpotensi terjadinya kerumunan yang dapat menimbulkan penularan Covid-19,” tulis Edaran itu seperti dikutip pada Kamis (12/8).

Dalam Edaran yang diteken pada 10 Agustus 2021 itu, Tito mencantumkan lima poin. Termasuk meminta agar perayaan HUT Kemerdekaan dilakukan secara sederhana. (*)