oleh

Baznas dan LPBI NU Makassar Kawal Bantuan ke Korban Kebakaran di Lepping

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejak awal pasca kebakaran hebat yang melanda Kompleks Lepping Kelurahan Jongaya Kecamatan Tamalate, ratusan warga Kota Makassar bersimpati terhadap korban.

Posko relawan baik dari pemerintah maupun dari organisasi masyarakat mulai berdiri dan bekerja membantu korban kebakaran yang tiba-tiba kehilangan hunian. Ada yang menyiapkan dapur umum, membagikan sembako dan pakaian hingga pembersihan puing bekas kebakaran oleh Polresatabes Kota Makassar.

Memasuki hari ke-4, bantuan mulai menumpuk terkhusus sembako dan pakaian. Dalam pantauan relawan bersama Baznas Kota Makassar lewat Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Nahdlatul Ulama Makassar lewat Lembaga Penanggulangan Bencana (LPBI) melihat posko-posko relawan sudah dipenuhi dengan bantuan begitupun dengan kamp sementara.

“Kemarin Jumat puncak bantuan makanan datang, sekarang sudah mulai kelebihan,” ungkap Junaedi Koordinator Posko Baznas-LPBI NU, Sabtu (14/8).

Menanggapi kondisi tersebut Baznas-LPBI NU mulai bertindak untuk mencari solusi tentang kelangsungan hidup warga korban kedepannya.

“Bukan berati warga tidak butuh donasi, tapi saatnya kita pikirkan nasib warga apakah pembangunan rumah kembali di lokasi ini atau Pemerintah bantu siapkan lahan baru,” ujar Ketua LPBI NU Makassar Taufiq Manji.

Taufiq berpendapat tentang tingginya ketergantungan warga korban terhadap relawan dan donatur yang datang serta bila dibiarkan tanpa hunian tetap bisa menjadi masalah sosial yang baru.

Hal senada Ketua Baznas Kota Makassar Azhar Tamanggong mengungkapkan pentingnya pembangunan psikis warga korban dan mengharapkan pemerintah mulai menyiapkan solusi bagi hunian warga.

“Trauma healing paling baik ya ada jaminan dimana warga Lepping melangsungkan hidup,” tuturnya.

Saat ini posko bersama Baznas-LPBI NU menyiapkan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di lokasi kebakaran. Serta melalui rekening Baznas Kota Makassar mulai mengumpulkan donasi untuk menyiapkan bahan bangunan untuk pembangunan kembali rumah warga. (*)