oleh

PKS Potong Gaji Anggota DPRD

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memotong gaji kader mereka khususnya yang duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di semua tingkatan. Langkah tersebut diambil untuk bisa membantu masyuarakat yang terkna dampak pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Amri Arsyid menyatakan, kebijakan ini sudah menjadi tradisi kader PKS baik yang duduk di parlemen di semua tingkatan, baik DPR RI, Provinsi hingga kabupaten/kota.

“Sebenarnya awal pandemi lalu kita sudah melakukan juga pemotongan gaji (bagi anggota DPR) dan ini tujuan bukan untuk menyelesaikan masalah. Tapi membantu meringankan beban masyarkat. Kalau instruksi kita saat ini, bantuan diberikan kepada kepala keluarga mereka yang meninggal karena Covid-19,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (11/8).

Ia melanjutkan, tak hanya anggota DPRD tapi kader yang duduk sebagai kepala daerah. Di Sulsel sendiri PKS memiliki dua kader yang menjadi Wakil Bupati, yakni Sahabuddin di Bantaeng dan Mahmud Yusuf di Sidrap.

“Jadi semua kader PKS yang menjadi pejabat publik melakukan yang sama dengan membentuk pengalang dana di semua tingkatan,” paparnya.

Untuk jumlah besarnya, Amri Rasyid tak ingin menyebutkan berapa yang pastinya di setiap provinsi, kabupaten/kota beda dengan pertimbangan pendapatan atau gaji setiap daerah berbeda-beda.

“Jadi setiap anggota legislatif melakukan pola yang sama dengan pemotongan gaji secara proporsional,” ucapnya.

“Sebagai contoh Makassar pasti berbeda dengan daerah lain seperti Wajo, Bantaeng tapi biasanya perjanjian itu 30 persen sampai 40 persen ke atas,” lanjutnya.

Tapi spirit PKS bagaimana kader harus Prihati terhadap kondisi masyarakat saat ini. “Kami tidak ingin menyebutkan angkanya. Tapi ini diserahkan kepada ketua Fraksi DPRD (Kabupaten/kota),” jelasnya.

Ketua PKS Makassar, Anwar Faruq membenarkan jika di fraksi DPRD Kota Makassar memotong gaji 5 anggota mereka. Tapi anggota DPRD Makassar ini tak ingin menyebutkan besaran angkanya. “Lumayan juga (yang dipotong),” katanya.

Untuk berapa persen. Anwar pun tak ingin membeberkan. “No koment (jumlah besaran),” singat Anwar. (***)