oleh

Gelar Bimtek, Kemenag Sulsel Akan Persempit Ruang Gerak Prilaku Gratifikasi

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.CO – Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni menyebut pihaknya akan mempersempit ruang gerak prilaku gratifikasi. Itu, ia sampaikan saat membuka secara resmi Bimbingan Tekhnis (Bimtek) E-Learning Pengendalian Gratifikasi di Lingkup Kemenag Bulukumba, Kamis (12/8).

Acara yang digelar di Aula Gedung PLHUT Kemenag Bulukumba dengan Prokes Ketat diikuti Para Pejabat dan Pimpinan Satker di Lingkup Kemenag Bulukumba.

Kata Khaeroni, dalam arahannya, bimtek pengendalian gratifikasi ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pengendalian gratifikasi yang digelar beberapa waktu yang lalu oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI di Lingkungan Kementerian Agama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

“Bimtek ini juga Maksudnya agar setiap Aparatur Kemenag bisa memahami secara mendalam makna dari Gratifikasi dan bagaimana mengendalikannya,” papar Khaeroni.

Yang tak kalah pentingnya, sambung Khaeroni adalah bagaimana setelah tahu dan faham, semua bisa mengaplikasikan dalam melaksanakan Tupoksinya sehari-hari. Minimal tidak melakukan praktek praktek gratifikasi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Substansi dari Bimtek Pengendalian Gratifikasi ini adalah menumbuhkan dan menanamkan sikap kejujuran dan integritas dalam diri setiap aparatur negara khususnya di Kementerian Agama,” jelasnya.

Meski tak ada aturannya, kata dia, selaku pimpinan bisa mengambil kebijakan bahwa bagi ASN Kemenag Sulsel yang mau naik pangkat atau promosi jabatan jangan harap bisa diproses bilamana tidak mengantongi sertifikat kelulusan Bimtek E- Learning Pengendalian Gratifikasi.

“Begitupun dengan Non ASN/Honorer sampai Akhir Tahun 2021, bilamana tidak mengikuti dan lulus di Bimtek ini, jangan harap kontrak kerjanya diperpanjang,” ungkapnya.

“Kebijakan ini sesungguhnya saya ambil dalam rangka mendorong adanya ikhtiar dan keseriusan kita bersama dalam meminimalisir dan mempersempit ruang gerak prilaku Gratifikasi di tubuh Kemenag Sulsel,” tambahnya.

Sementara, Kepala Kantor Kemenag Bulukumba, Muhammad Yunus melaporkan Kepercayaan Pemerintah Daerah dan stakeholder di Kabupaten Bulukumba terhadap Kementerian Agama sangat tinggi. Hal ini bisa dirasakan dengan pelibatan institusi di berbagai program dan event Pemda dan Instansi Lain.

Terakhir, adalah Kemenag Bulukumba ditunjuk sebagai Tim Ahli Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Bulukumba. Mengingat Aparatur Kemenag lingkup kerjanya sampai di level terkecil di masyarakat.

“Semoga dengan Bimtek ini, jajaran Kemenag Bulukumba kembali bisa menjadi patron dan pelopor pengendalian gratifikasi bagi Instansi dan lembaga lain di Kabupaten yang berjuluk Butta Panrita Lopi ini,” ujar Yunus.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kabid PAIS Kanwil Kemenag Sulsel Muhammad Rasbi yang juga selaku Koordinator Sosialisasi Bimtek E-Learning Pengendalian Gratifikasi wilayah Selatan Sulsel termasuk Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba bersama Tim tekhnisnya.

Menurut Mantan Kakankemenag Bulukumba ini, pihaknya berharap dengan kegiatan Bimtek ini, seluruh aparatur Kemenag baik yang ASN maupun Non ASN bisa menuntaskan Bimteknya dan bisa lulus dengan baik dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Kemenag harus jadi Pioneer di Program ini bagi seluruh stake holder di wilayah kita,” ujar Rasbi. (*)