oleh

Ali Wirya Jadi PAW Alm Abdi Asmara

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah menyiapkan skema Pergantian Antar Waktu (PAW) legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi Partai Demokrat, Abdi Asmara yang meninggal pada Sabtu pagi (7/8).

Anggota KPU Makassar, Gunawan Mashar menyatakan, nama M Ali Wirya akan menjadi PAW karena sesuai dengan perolehan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 silam.

Saat itu, Abdi Asmara memperoleh 6.249 suara, posisi kedua M Ali Wirya meraih 1.263 suara dan posisi ketiga Harry Kurnia Pakambanan 1.026 suara.

“Dimana (almarhum) Abdi memperoleh suara 6.249 suara, posisi kedua M Ali Wirya 1.263 suara,” ucapnya, Minggu (8/8).

Gunawan melanjutkan, untuk proses PAW, pihaknya menunggu tundak lanjut dari Sekretariat DPRD Makassar bersama partai Demokrat.

“Jadi PAW, prosesnya ada di DPRD Makassar. Kami di KPU hanya menunggu surat dari DPRD Makassar, perihal meminta nama, berdasarkan hasil prmilu 2019,” bebernya.

Ia mengungkapkan, jikalau sudah ada suratnya, pasti KPU akan menindak lanjuti lewat balasa paling lambat lima hari setelah ada surat pengantar.

“Jika 5 hari setelah DPRD mengirim surat ke KPU. Maka, hal yang sama kami membalas surat. Tapi, sekarang susana duka, kita pahami kondisi,” jelasnya.
Diketahui, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Makassar, Alm Abdi Asmara cuma mengontrol 3.594 suara.

Namun, pada Pemilu serentak 2019, perolehan suara Ketua Komisi C DPRD Makassar itu nyaris dua kali lipat, yaitu 6.294 suara.

Dari sebelas calon anggota legislatif (Caleg) terpilih di Daerah Pemilihan (Dapil) III Makassar, meliputi Kacamatan Biringkanaya dan Tamalanrea, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar itu keluar sebagai peraih suara terbanyak. (D)